KEMENYAN DAN KEKUASAAN

Nurel Javissyarqi
http://www.facebook.com/nurelj

Tradisi seakan lahir dari kesamaan hobi. Ini tampak ringan, namun marilah terbang setinggi awan, membanjiri kota sebab individualitasnya, atau murka tuhan tak lekang dari pandangan. Setelah kesamaan kehendak bersepakat, yang menonjol dijadilah tetua. Jika mukanya pada gelap, yang berdahi cemerlang didaulat memimpin, dengan pemberian kemenyan sampai gandaruwo (begundal) mengamini. Continue reading “KEMENYAN DAN KEKUASAAN”

Pendekatan Kolaboratif Memartabatkan Anak Bangsa

Antara Masyarakat Sekolah dengan Masyarakat di Luar Sekolah
I Nyoman Tingkat*
http://www.balipost.co.id/

SAYA BERSURKUR kepada Tuhan Yang Maha Esa karena pada pengunjung 2006, saya bisa mengikuti dua kegiatan berskala regional, yaitu Temu Sastra II Mitra Praja Utama (MPU) di Inna Beach Hotel Sanur (12-15 Desember 2006) dan Pelatihan Lesson Study di Hotel Jayakarta Legian (15-19 Desember 2006). Kegiatan pertama, temu sastra tingkat regional yang diikuti oleh sepuluh provinsi yang tergabung dalam wadah MPU (Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, NTB, NTT) telah mempertemukan saya dengan para sastrawan di berbagai daerah. Continue reading “Pendekatan Kolaboratif Memartabatkan Anak Bangsa”

9 Pertanyaan untuk Eka Kurniawan: Manfaatkan Cyber sebagai Media Sastra

Grathia Pitaloka
jurnalnasional.com

NAMA Eka Kurniawan sering disebut-sebut sebagai magma baru dunia sastra Tanah Air. Kepiawaiannya dalam memadu kata membuat Eka menuai banyak pujian. Tetapi, segala sanjungan itu tak lantas membuat lulusan Filsafat Universitas Gajah Mada ini menjadi besar kepala, ia malah memanfaatkannya sebagai alasan untuk terus menginjak bumi. Continue reading “9 Pertanyaan untuk Eka Kurniawan: Manfaatkan Cyber sebagai Media Sastra”

Menguatkan Korelasi Susastra dan Film Nasional

N. Syamsuddin CH. Haesy
jurnalnasional.com

PRODUKSI film nasional, pada masanya berkorelasi dan menggerakkan gairah penulisan dan penerbitan buku-buku sastra. Juga sejumlah programa siaran radio. Kita mencatat beberapa film nasional yang sedemikian bermakna sebagai penggerak kreativitas penulisan novel dan karya sastra lainnya.

Cintaku di Kampus Biru, Jangan Ambil Nyawaku, Lupus, Catatan Si Boy, dan lainnya adalah contoh paling konkret dari korelasi itu. Belum lama, kita mencatat film Ayat-ayat Cinta dan Laskar Pelangi. Continue reading “Menguatkan Korelasi Susastra dan Film Nasional”

CROWD dan Horizontalisasi di Dunia Sastra

Wahyu Utomo
http://jurnalnasional.com/

SEBUAH media ibu kota beberapa waktu lalu memuat sebuah artikel panjang mengenai fenomena ?boom sastrawan?. Media itu menengarai munculnya para sastrawan dalam jumlah yang sangat besar dalam beberapa tahun terakhir. Menariknya, para sastrawan baru itu datang dari berbagai lapisan mulai dari pelajar SMA, mahasiswa, ibu rumah tangga, pembantu rumah tangga, buruh-buruh pabrik, anak jalanan, pedagang pasar, dan sebagainya. Pokoknya semua kalangan, tak hanya para sastrawan kelas pujangga macam: WS Rendra, Danarto, Sutradji Calzoum Bachri, atau Putu Wijaya. Continue reading “CROWD dan Horizontalisasi di Dunia Sastra”

Bahasa ยป