Fahrudin Nasrulloh *
jawapos.com
Sebuah tlatah mulanya adalah sebentang nubuat, situs yang terus bergerak, dan perang yang bergolak panjang. Tragedi dan cerita manusia di dalamnya bagai layang-layang putus di angkasa. Begitulah kiranya apa yang tersirat di batin De Jonge (1828-1879), si tukang arsip kolonial yang disegani itu. Ia merupakan generasi setelah Valentijn (1666-1727), Peiter Van Dam, dan J. Hageman (1817-1872). Continue reading “Sang Pelacak”
