WS Rendra Tutup Usia

M. Yamin Panca Setia
http://jurnalnasional.com/

PENYAIR dan budayawan ternama WS Rendra meninggal dunia tadi malam karena penyakit jantung koroner yang dideritanya. Seniman berjuluk “Si Burung Merak” itu sempat menjalani perawatan selama setengah bulan di Rumah Sakit Mitra Keluarga Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Sebelumnya, almarhum sempat dibawa ke rumah anaknya yang bernama Clara Shinta di Depok karena kondisinya membaik. Namun, malamnya kondisi Rendra memburuk hingga ajal menjemput pendiri Bengkel Teather itu. Continue reading “WS Rendra Tutup Usia”

Selamat Jalan WS Rendra

Budi Winarno
http://jurnalnasional.com/

SASTRAWAN, dramawan, dan budayawan WS Rendra wafat Kamis (6/8) malam setelah berkutat melawan penyakit penyaklit jantung. Rendra yang kita kenal gagah perkasa di atas pentas kesenian Indonesia, meninggalkan kita menuju sunyi abadi dalam usia 74 tahun.

Bangsa Indonesia tentu saja kehilangan penyair besar kelahiran Solo ini. Bahkan Rendra sudah menjadi tokoh dunia dengan seringnya hadir dalam perhelatan kesenian dan kebudayaan tingkat internasional. Continue reading “Selamat Jalan WS Rendra”

Kapan Dunia Kiamat

I Ketut Wiana

Beranda

Tapah param krta yuge
tretayam jnanamuscyate.
Dwapare yajnaewahur
Danamekam kalau yuge.
(Manawa Dharmasastra, I.86).

Maksudnya: Pada zaman Kerta Yuga, dengan bertapalah cara beragama yang paling utama. Zaman Treta Yuga, beragama dengan mengamalkan ilmu pengetahuan suci (jnana) itulah yang paling utama. Continue reading “Kapan Dunia Kiamat”

Terowongan Maut Kohar Ibrahim

Dari Penerbit: Novel Sitoyen Saint-Jean: Antara Hidup Dan Mati ini berkisahkan seorang anak manusia, salah seorang putera kelahiran Jakarta 1942 yang mencintai tanah tumpah darahnya, bangsanya, kebudayaannya dan tentu saja Negara Republik Indonesia yang diproklamirkan tanggal 17 Agustus 1945 oleh Bung Karno dan Bung Hatta. Namun setelah keberangkatannya pada 27 September 1965 ke Tiongkok kemudian terjadi Tragedi Nasional 1965, anak tunggal pasangan Ibrahim & Maemunah yang memiliki cita-cita dan ragam impian ini terpaksa menjadi salah seorang yang oleh mantan Presiden R.I. Gus Dur sebagai “kaum kelayaban” di Mancanegara alias kaum eksilan. Continue reading “Terowongan Maut Kohar Ibrahim”

4 Karya Sastra Nominasi Penghargaan Sastra Indonesia Yogyakarta

Irene Sarwindaningrum
http://oase.kompas.com/

Empat buku sastra dinominasikan sebagai penerima Penghargaan Sastra Indonesia Yogyakarta 2009 yang diselenggarakan Balai Bahasa Yogyakarta. Keempatnya mengandung muatan lokal Yogyakarta yang kuat.

Keempat buku sastra terbitan tahun 2008-2009 itu adalah novel karya Mustofa W Hasyim Rumah Cinta terbitan Arti Bumi Intaran, kumpulan cerpen karya Labibah Zain Perempuan Kedua yang diterbitkan Jalasutra , kumpulan puisi karya Nur Wahida Idris Mata Air Akar Pohon terbitan SIC, serta novel karya Hadi S Khusi yang diterbitkan Diva Press. Continue reading “4 Karya Sastra Nominasi Penghargaan Sastra Indonesia Yogyakarta”

Bahasa ยป