Belajar ke Madurodam

D. Zawawi Imron
jawapos.com

Siapa yang tidak kenal Taman Mini Indonesia Indah (TMII) di Jakarta? Di TMII hampir semua bentuk rumah tradisional dari seluruh provinsi di Nusantara ada, dalam ukuran yang sama dengan aslinya. Rumah tongkonan Toraja yang ada di anjungan Sulawesi Selatan sama besarnya dengan tongkonan yang ada di Ketek Kesu, Tana Toraja.

TMII berbeda dengan taman mini di Belanda yang terkenal dengan nama ”Madurodam”. Di sana bangunan-bangunannya sengaja dibuat kecil, dengan skala 1 : 25. Jadi, replika gedung-gedung bersejarah negeri Belanda yang ada di kompleks taman itu tingginya hanya sekitar satu meter. Continue reading “Belajar ke Madurodam”

Kekuatan Sastra Indonesia di Facebook

(Wawancara dengan Hudan Hidayat)

Arif Gumantia (Pewawancara)

Dengan adanya Facebook ini maka setiap orang bisa menghasilkan karya sastra yang dipublikasikan di Facebook. Baik itu Puisi, Cerpen, ataupun Esai. Oleh karena itu sangat menarik untuk menganalisa apa yang di sebut dengan Sastra Indonesia di Facebook. Dan berikut ini adalah wawancara saya dengan Hudan Hidayat, seorang sastrawan besar milik negeri ini yang sangat aktif mengembangkan sastra Facebook khususnya dan sastra cyber pada umumnya. Continue reading “Kekuatan Sastra Indonesia di Facebook”

Harry Aveling dan Sastra Indonesia

Susi Ivvaty
kompas-cetak.com

Harry George Aveling (64) masih berusia delapan tahun ketika bibinya menunjukkan peta Borneo (Kalimantan) kepadanya. Bibi berharap ia menjadi pendakwah agama di pulau itu. “Saya akhirnya malah menjadi pendakwah budaya Indonesia untuk orang Australia, he-he-he.”

Di Indonesia, Harry dikenal sebagai pemerhati dan peneliti kesusastraan Indonesia sejak tahun 1970-an. Belakangan, lelaki kelahiran Sydney, Australia, 30 Maret 1942, Continue reading “Harry Aveling dan Sastra Indonesia”

Djenar dan Paradoks Masyarakat Kita

Asep Sambodja
sinarharapan.co.id

Belum genap setahun, buku kumpulan cerpen Jangan Main-Main (dengan Kelaminmu) “selanjutnya disingkat JMMK” karya Djenar Maesa Ayu sudah mengalami cetak ulang keempat sejak diterbitkan pertama kali pada Januari 2004. Ini termasuk sesuatu yang luar biasa dalam penerbitan buku karena bisa mengalahkan buku pelajaran dalam hal cetak ulang. Di sampul halaman depan buku ini tercantum sebuah catatan singkat, “untuk pembaca dewasa”. Continue reading “Djenar dan Paradoks Masyarakat Kita”

Mata Pena Mata Hati Raja Ali Haji

Pemprov Kepri pun Meluncurkan Film Roman Melayu
Gunawan Satary
http://www.suarakarya-online.com/

Setelah melalui proses pembuatan yang memakan waktu tiga tahun, film Mata Hati Mata Pena Raja Ali Haji yang diproduseri Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) resmi diluncurkan pada Sabtu lalu. Pemutaran perdana yang bertepatan dengan peringatan Hari Pendidikan Nasional tersebut dilakukan Gubernur Kepri Ismeth Abdullah di Studio Satu XXI Mega Mall, Batam. Continue reading “Mata Pena Mata Hati Raja Ali Haji”

Bahasa ยป