Dimuat bersambung di harian Sinar Harapan, edisi 27 Maret-10 Mei 2002
Teguh Winarsho AS
SIANG terik. Angin menerobos semak belukar. Meliuk di antara daun dan ranting. Hati-hati Fatma melangkah di jalan tanah setapak. Fatma memilih jalan ini agar bisa cepat sampai kampung Pegasing. Tapi jalan ini penuh resiko, jika tidak hati-hati Fatma bisa tergelincir masuk ke dalam jurang. Tubuhnya meluncur ke dalam jurang di sisi kiri jalan, melayang menghantam batu atau tersangkut pepohonan, nun di kedalaman jurang. Continue reading “Novel Orang-Orang Bertopeng (5)”
