Cucuk Espe
Harian SURYA Juni 2009 (ketika masih memiliki Rubrik Budaya)
Udara masih terasa basah. Semalam hujan turun tanpa ampun. Di luar matahari masih bermalas-malasan sembunyi di balik awan. Ketika itu, Kyai Madenun sedang berpikir keras di depan cermin dalam kamar. Berulang kali dia mengernyitkan dahi. Ada setumpuk persoalan berat yang hinggap di pikiran. Kopyahnya agak miring menutupi separo kening. Continue reading “JENGGOT KYAI MADENUN”
