Menjadi Tua

Adek Alwi
http://www.suarakarya-online.com/

AKU tidak ingat persis kapan aku mulai sadar sudah menjadi tua. Seakan tiba-tiba saja ketuaan itu aku rasakan. Atau bisa jadi kesadaran itu bermula pada suatu pagi ketika sebuah gerahamku gompal dan serpihannya berdenting jatuh ke piring sewaktu kami sarapan sekeluarga. Dentingnya nyaring sekali. “Heh, apa ini?” ucapku tertegun. Continue reading “Menjadi Tua”

5 Jam Bersama

Jayaning S.A

“Gimana? Nggak apa-apa Bapak tinggal disini?” Bapakku tersenyum.
“Nggak apa-apa. Bapak pulang aja,” jawabku.

Lagi, untuk yang kesekian kalinya aku minta ditinggal sendiri. Aku ingin belajar menghadapi sendiri, dengan segala carut marutnya. Oh ya, perkenalkan, aku seorang mahasiswi yang tinggal di bagian timur pulau Jawa, di desa kecil di pinggiran kota yang juga kecil. Continue reading “5 Jam Bersama”

Aku dan Angka 18:18

Saiful Bahri

Tak banyak yang tahu, begitupun diriku mengapa angka 18:18 selalu terlihat saat aku melihat jam di ponsel warna hitam punyaku. Awalnya aku menganggap itu hanya kebetulan belaka. Namun semua itu berubah saat aku sadar ternyata angka 18:18 punya arti yang cukup besar dalam hidup yang kujalani. Ia, angka itu benar-benar membuatku termenung penasaran. Hampir saja aku menganggap bahwa angka itu angka keberuntungan, atau paling tidak dibalik angka itu pasti ada sesuatu yang harus kucari maksudnya. Continue reading “Aku dan Angka 18:18”

Sahabat Lama

Rilda A. Oe. Taneko
http://www.lampungpost.com/

SEBUTLAH Fajri, ia sahabatku sejak kuliah dulu. Ketika aku pulang kampung, empat tahun yang lalu, ia tergeletak lemah di rumah sakit.

“Berlebihan,” sunggut Tante Min, ibunya Fajri.

Aku diam. Beringsut dari ujung tempat tidur ke arah Fajri. Membantunya membetulkan selang infus yang melibat di tiang gantungnya. Continue reading “Sahabat Lama”

Percakapan di Serat Lontar

Muhammad Amin
Suara Merdeka 27 Feb 2011

Halimun menipis. Air laut menyurut memperlihatkan bebatuan karang yang mendatar di sepanjang tepian pantai. Sinar keemasan jatuh pada ujung dedaun. Berpendar pada riak-riak jernih air yang tenang.

Hijau dan biru, paduan yang menyimpan tiap yang rahasia tiap yang misteri, seperti juga dedaun yang tersibak angin dan langit yang merentang tenang. Continue reading “Percakapan di Serat Lontar”

Bahasa »