Pukul Sebelas Malam

Saut Poltak Tambunan
suarakarya-online.com

PUKUL sebelas malam, supir tergesa membukakan pintu. Langfkah Asikin terhenti, matanya nyalang mencari-cari sesuatu yang sudah lama hilang dari rumah ini. Di garasi hanya ada mobil isterinya, mobil si kembar Wandi dan Winda tak ada. Begitu pula sepeda motor Ato.
Asikin melangkah ke teras. Tiwi, pembantu menyambut dengan pintu lebar, selebar senyumnya.
“Ibu mana?” tanya Asikin.
“Di kamar, Pak,” sahut Tiwi. “Istirahat.” Continue reading “Pukul Sebelas Malam”

Titisan Senja

Pranita Dewi
http://www.balipost.co.id/

Warna malam begitu kelam. Sungguh sangat kusam. Seakan malam tahu suasana hatiku yang muram. Tak kudengar nyanyian cicak yang biasanya suka bersenandung di dinding-dinding kamarku, menunggu terbitnya fajar. Entah apa yang terjadi malam ini. Mungkin Tuhan tidak adil padaku? Betapa tidak? Sekejap pun mataku tak mampu terpejam. Pikiranku berputar-putar memasuki labirin kenangan demi kenangan. Tak satu pun kutemui jalan keluar yang mampu membebaskan aku dari kenangan. Continue reading “Titisan Senja”

Angka Sepuluh

Bamby Cahyadi *
lampungpost.com

AKU baru saja terbangun dari tidur di pagi yang dingin. Hawa sejuk merembes masuk melalui celah jendela kamar yang tak sepenuhnya tertutup. Di luar gerimis jatuh dari langit kelabu. Jam digital di rak buku menunjukkan pukul 07.11 WIB. Salat subuhku terlewat. Aku muslim, tapi tak begitu taat. Seperti biasa, apabila salat subuhku tertinggal, sepanjang hari aku tak salat. Itu prinsipku. Maafkan aku. Oh ya, untuk Tuhan. Continue reading “Angka Sepuluh”

Perempuan Tua dalam Rashomon (dan catatan penting)

Dadang Ari Murtono
lampungpost.com

PEREMPUAN itu berjongkok di antara mayat-mayat yang hampir membusuk dalam Menara Rashomon. Perempuan yang tua, berbaju kecokelatan, bertubuh pendek dan kurus, berambut putih dan mirip seekor monyet. Dengan oncor dari potongan kayu cemara di tangan kanannya, perempuan itu memandangi wajah sesosok mayat. Mayat seorang perempuan dengan rambut panjang. Continue reading “Perempuan Tua dalam Rashomon (dan catatan penting)”

27 AGUSTUS 2005

Abdul Rosyid

Suasana kedamaian terasa kental melapisi tiap sudut keadaan Salafiyah yang berjalan pelan namun penuh kepastian. lantunan-lantunan kerinduan mengalun mesra memuji kebesaran Sang Pencipta. tapi ditengah-tengah kemesraan itu, terlilhat sebagian santri sibuk menyiapkan panggung dan terop untuk acara besok, sebab Pondok Pesantren Salafiyah Pasuruan dipilih sebagai tempat acara pertemuan ulama’ se-Jawa Timur, guna membahas UUD 1945. Continue reading “27 AGUSTUS 2005”

Bahasa ยป