Kota-Kota Kecil yang Kusinggahi dengan Ingatan

Raudal Tanjung Banua
kendaripos.co.id

Pernahkah Anda singgah di sebuah kota dan merasa seolah itu kota pertama yang Anda singgahi di dunia? Aku pernah. Dan itu adalah kota-kota kecil yang kusinggahi kali pertama, baik secara harfiah –karena memang baru kali itu melakukan perjalanan jauh– maupun yang pernah kusinggahi dengan rasa berbeda: sekelabat ingatan, tapi begitu dalam, kadang kujumpai kembali dengan kegugupan, ketakjuban panjang, dan tak jarang tergeragap dalam pandangan, yang rasa-rasanya selalu pertama. Beberapa terus mengendap di kepalaku, tak mau pergi; meski tak semuanya berkembang; beberapa memudar seirama bayang-bayang, tapi tak juga lenyap atau hilang. Izinkan aku membilang, satu-satu, siapa tahu Anda juga mengingat sesuatu, dekat atau jauh, di ranah ibu atau di seberang? Continue reading “Kota-Kota Kecil yang Kusinggahi dengan Ingatan”

Layung Sore

Musyafak Timur Banua
http://www.lampungpost.com/

ORANG-orang sedusun sudah menebak Gandari bakal mati digerogoti penyakit mematikan itu. Kanker rahim. Ya, tumor ganas yang hampir tak dikenali orang-orang Dusun Sumurup. Mereka hanya tahu dari mulut ke mulut bahwa penyakit itu amat ganas dan bisa membunuh tuannya sewaktu-waktu.

Sebelum seorang dokter rumah sakit Kota Glagahwangi menerangkan Gandari mengidap kanker rahim, orang-orang Sumurup mengira perut besar perempuan beranak lima itu kena santet, teluh, atau sejenisnya. Selama ini orang Sumurup hanya kenal dua jenis penyakit mematikan, yakni pagebluk dan santet. Continue reading “Layung Sore”

Menunggumu, Luka Masih Menyapa

Denny Mizhar

“Perjalanan ini masih panjang, sayang. Siapkan perbekalan yang cukup agar kita sampai pada tujuan dengan selamat”.

Kau mengatakan itu untuk terakhir kalinya padaku. Saat kita harus dipisahkan oleh keadaan yang membawamu entah ke mana. Aku pun bertahun-tahun mencarimu, tapi hasilnya nihil. Aku kunjungi penjara-penjara yang mengurung tahanan politik tapi tak ada kamu. Aku tahu sikap hidupmu dan fikiran-fikiranmu. Tak mungkin kau seperti yang mereka tuduhkan padamu. Continue reading “Menunggumu, Luka Masih Menyapa”

LALAT-LALAT BERSAYAP DURI

Sri Wintala Achmad
Harian Merapi Yogyakarta

Tidak ada yang dilakukan Sobrah, selain membantai lalat-lalat yang memasuki ruangan kosnya dengan sapu lidi. Lalat-lalat itu sudah keterlaluan. Mengerumuni Sobrah saat menulis. Menghinggapi cangkir berisi kopi yang disiapkan istinya sebelum berangkat kerja ke pabrik tekstil.

Layar monetor telah menyala. Halaman Ms-Word sudah siap menampung luncuran kata-kata dari otak kepala Sobrah yang botak. Namun, tidak sepatah kata berhasil dituliskan. Karena tangan Sobrah yang berjemari perempuan itu tidak segera disibukan dengan tut-tut keyboard, melainkan hanya membantai lalat-lalat dengan sapu lidi. Continue reading “LALAT-LALAT BERSAYAP DURI”

Burung Walet

Ellyzan Katan
http://www.riaupos.com/

Senja yang tidak biasa, begitu pikir Aslan. Di beberapa titik langit, gumpalan awan berserabut seperti sarang lebah. Aslan menjadi gugup. Pikirannya beterbangan ke mana-mana. Sesekali singgah juga ke kampung nelayan, kampung yang telah lama ditinggalkannya.

Hmm, Aslan menyadari, itu merupakan ingatan singkat yang selalu mengganggu. ?Aku tak akan terpengaruh. Tak akan!? Continue reading “Burung Walet”

Bahasa ยป