Siti Maryam Award

Salman Rusydie Anwar

Di suatu malam yang lengang dan bergerimis, saya mengisi kejenuhan dengan menonton televisi bersama istri. Saya tidak tahu apa nama acaranya. Maklum, sejak beberapa bulan ini saya berusaha untuk tidak terlalu berketergantungan pada kotak ajaib itu. Selain tidak menemukan acara yang benar-benar mendidik dan mendewasakan, saya juga merasa kerap dikecewakan oleh televisi karena hampir 90% acaranya hanyalah main-main. Saya bukan anti tv. Tapi sekadar tidak merasa terlalu butuh kepadanya. Continue reading “Siti Maryam Award”

Merdeka

Putu Wijaya
http://www.jawapos.co.id/

MENJELANG pertempuran terakhir yang menentukan, kami semua, para prajurit, bersiap. Mengumpulkan tenaga, mengerahkan jiwa-raga untuk mengakhiri habis-habisan benturan yang sudah berlangsung ratusan tahun ini.

Aku duduk di batang pohon kelapa yang mati disambar geledek. Di pangkuanku senjata, sisa-sisa peluru, rasa sakit, dan lelah yang sudah tidak aku pedulikan lagi. Bila subuh pecah dan matahari menyerakkan bara di langit timur, kami harus menyerbu. Hidup atau mati itu soal nanti. Roda sejarah ini tidak boleh berhenti. Continue reading “Merdeka”

Mantan

M.D. Atmaja

Dhimas Gathuk menyandarkan tubuhnya di pematang sawah ketika iring-iringan mobil melaju kencang di jalan setapak yang menuju ke tengah pusat Kelurahan Luruh Indon.

“Pejabat lewat.” Ungkap Dhimas Gathuk tanpa mengangkat kepala. “Jalan kok seperti milik mereka sendiri. Wus-wus seenaknya sendiri.” Continue reading “Mantan”

Byar-Pet

M.D. Atmaja

Kumandang Isya selesai melantun di dalam udara malam. Dalam hituangan beberapa menit, sunah tarawih juga telah selesai. Kangmas Gothak bersama dengan adiknya, Dhimas Gathuk beriringan pulang ke rumah. Di tengah perjalanan, tiba-tiba kegelapan mengurung keduanya. Lampu-lampu penerang jalan mati. Angin kencang berhembus. Menggetarkan daun-daun hitam. Menegakkan bulu roma keduanya. Di dalam udara, mereka seperti mendengarjeritan tangis dari arah rumpun bambu. Udara menjadi semakin dingin. Merasuk ke dalam rongga dada. Continue reading “Byar-Pet”

Kisah Batu Menangis

A.S. Laksana *
jawapos.co.id

Sekali waktu kau perlu mendengarkan rintihan benda-benda atau apa saja di sekitarmu yang tak pernah kau beri perhatian. Mungkin itu sebutir kerikil, mungkin seekor kadal, atau sebatang alang-alang, atau apa saja.

Sekarang akan kusampaikan kepadamu sebongkah batu yang menangis. Ia mungkin menyampaikan cerita agar kau lebih berhati-hati. Maksudku, kau pasti akan merasa serba tak enak jika suatu saat burung penguinmu ditonton orang di mana-mana dan dijadikan bahan ketawaan. Continue reading “Kisah Batu Menangis”

Bahasa ยป