Wulan dan Suaminya

Humam S. Chudori
http://www.lampungpost.com/

SEJAK Wulan tinggal di rumah sebelah, sebetulnya, saya tak suka perempuan itu. Betapa tidak, apabila bertandang ke rumah, ia selalu mengatakan jika dirinya tidak ikut bekerja mereka pasti tidak mungkin membeli rumah. Menurut penuturannya, suaminya tak pernah mau ketika ia mengusulkan agar membeli rumah. Alasannya penghasilan Suharjono tak cukup untuk membayar angsuran. Continue reading “Wulan dan Suaminya”

Pak Lurah

M.D. Atmaja

Salah satu, yang telah mengakukalau dirinya adalah seorang anak emas, tangan kanan Pak Lurah, di KeluruhanLuruh Indon. Dia seorang yang berasal dari sudut Barat Keluruhan Luruh Indon. Entahapa dan bagaimana, seringkali dia disebut dengan Pak Tumpul. Entah kelucuan dankekoyolan dalam berpikir, sampai banyak anggota masyarakat mengatakan kalau PakTumpul ini memang benar-benar selalu tumpul. Namun, setumpul apa pun si PakTumpul, orang-orang di Kelurahan Barat memilihnya menjadi wakil mereka di PerwakilanKetoprak Kelurahan. Continue reading “Pak Lurah”

Objek Wisata Kematian

M.D. Atmaja

Hari ini, Lurah Desa Luruh Indon mengumpulkan para bawahannya. Pak Lurah, katanya sedang memikirkan rencana besar bagi seluruh warganya. Rencana yang akan menjadi monumental atas pernghargaan pahlawan di peringatan tujuh-belasan nanti. Untuk memperingati hari jadi Kelurahan Luruh Indon itu, pihak pemerintah sudah menyediakan dana 180 milyar. Menurut beberapa pengamat pemerintahan, dana itu terlalu besar untuk membuat monumental peringatan kebangsaan-desa. Sebab, menurut pengamat yang sering duduk-duduk di warung kopi itu, dana sebesar itu terlalu besar kalau hanya untuk membuat monumen. Apalagi, menurut mereka, dana yang 180 milyar itu akan digunakan untuk pemugaran makam seorang mantan Lurah di kelurahan Luruh Indon. Continue reading “Objek Wisata Kematian”

Terpenjaranya Sang Guru

M.D. Atmaja

Waktu berlari dengan cepat ketika manusia merangkak di dalam kegelapan di dalam ketakutannya. Mahluk berjalan tegak, melesat dengan dua tangan dan dua kaki terlipat. Bersembunyi dari kerlip bintang. Menyelidik malam ketika mahluk sejenisnya tertidur. Dia ini, seperti bukan manusia. Dia merambat, menapaki huruf demi huruf dan menafsirkannya seperti ketika para leluhur menatap semesta alam yang bergelayut dalam irama. Dia lah lelaki dengan bekal rasa yang tersemat di dada terus menjajaki setiap jejak-jejak kehidupan. Continue reading “Terpenjaranya Sang Guru”

Bayi Bersayap Jelita

Agus Noor *
jawapos.co.id

KAKEK bisa membelah diri. Bisa berada di banyak tempat sekaligus…

Aku melihat Kakek tengah berdiri memandang keluar jendela, ketika aku masuk. Kamar gelap -mungkin Kakek sengaja mematikan lampu- aku merasa ia tak ingin diganggu. Pelan pintu aku tutup kembali. ”Masuklah,” suara Kakek lemah. Ia tergolek, dengan selang oksigen dan infus yang bagai mencencangnya di ranjang. Demi Tuhan! Aku tadi melihat Kakek berdiri dekat jendela itu. Benarkah Kekek bisa berpindah dalam sekejap? Continue reading “Bayi Bersayap Jelita”

Bahasa ยป