Seribu Matahari Dibungkam Hujan

M.D. Atmaja

Hari Sabtu, sebuah matahari memancar ramah di pagi hening, menerangi angin bertiup. Bola yang memancar di langit, menatap tanpa tirai pada lembaran-lembaran kain, biru dan hijau yang menjalar di jalan-jalan kota. Sinar berpendar di angkasa rasa seolah ingin menutup mata. Tak ingin memandang kota yang dipenuhi biru-hijau menjalar dalam kesombongan. Ia tidak ingin melihat sedangkan Rajanya menciptakan diri untuk melihat dunia saat siang agar manusia bisa saling memandang dalam gerak dan kerja. Continue reading “Seribu Matahari Dibungkam Hujan”

Tentang Anak Lelaki yang Tinggal Satu Lorong dengan Kami

Yetti A.KA *
jawapos.com

Klau aku terlalu memikirkan Mendung, sebab dia teman putraku, Bami. Dan dia satu-satunya teman bermain Bami di lingkungan yang baru kami tinggali ini. Kebetulan sekali rumah kontrakan kami dan rumah anak itu berada dalam satu lorong yang menyisakan halaman sangat sempit dan hanya bisa dilewati sepeda motor. Di mulut lorong terdapat tulisan: mesin motor harap dimatikan. Continue reading “Tentang Anak Lelaki yang Tinggal Satu Lorong dengan Kami”

Ranjang Pengantin

M.D. Atmaja

Manusia meluncur di atas tanah. Dua manusia. Satu lelaki, yang satunya lagi adalah perempuan. Di atas tanah itu, mereka hanya berdua. Telanjang seperti para pendahulu yang tidak berselubung apa pun. Semuanya nampak. Tidak ada tirai walau itu selayak kaca yang menampakkan seluruhnya. Mereka meluncur dalam pegangan tangan erat. Menuju ke lembah-lembah basah tak bernama. Dalam perjalanan ke sana, mereka melewati hutan yang riuh dengan kepentingan. Melewati persawahan dengan padi yang menguning dan menunduk dalam syukur yang hangat. Mereka juga melewati tepian pantai, yang di sana gemuruh ombak dan butiran pasir membisik di alunan ikhlas yang belum terpahami dua manusia ini. Continue reading “Ranjang Pengantin”

Lima Liang Banua

Sainul Hermawan
http://www.radarbanjarmasin.co.id/

Dia bosan hidup miskin. Miskin itu tidak enak. Tak bisa apa-apa dan selalu dipandang rendah. Dia memutuskan meninggalkan kampungnya, merantau ke dekat batubara. Meninggalkan ibunya. Selama ini dia cuma tahu bahwa orang tuanya cuma satu. Sejak kecil dia tak pernah melihat seperti apa abahnya. Cuma tahu namanya, dan dia tak peduli itu benar atau salah. Continue reading “Lima Liang Banua”

PERNIKAHAN SEMU

Lina Kelana
http://lina-kelana.blogspot.com/

Ini adalah kesekian kali dari pernikahan pernikahanku sebelumnya. Aku susun, kudirikan dan kurobohkan kemudian. Ketidakpercayaan yang disodorkan Priyadi adalah kegamangan yang bukan tanpa alasan jika aku menginginkan dia segera meminangku. Aku sangat menyukainya, namun di sisi lain aku tak menginginkan dia terkapar kecewa seperti suami suamiku sebelumnya. Continue reading “PERNIKAHAN SEMU”

Bahasa ยป