Matahari Pulang, Cakrawala dan Perempuan

M.D. Atmaja

Sekelebat mata, sang Perempuan berlari di atas pasir yang basah. kakinya lincah. Seperti anak kecil yang bermain di taman kembang kesayangannya. Perempuan itu sesekali melemparkan pandangan pada Lelaki yang hanya duduk di atas gunungan pasir. Perempuan itu, menatap manja sambil sesekali menghindari ombak yang mendebur dan sambil meletupkankan tawa riang.

“Ah,” desah sang Lelaki, “anak kecil.” Ucapnya pelan pada diri sendiri sambil menggelengkan kepala saat Perempuan yang ada di depannya bermain ombak. Continue reading “Matahari Pulang, Cakrawala dan Perempuan”

Selingan Tragedi

Sungging Raga
http://www.lampungpost.com/

“ATAS nama apa mereka turun ke jalan?”
“Atas nama bangsa.”
“Bangsa siapa?”
“Bangsa mereka sendiri.”

Bendera berkibar, jalanan macet. Udara sedikit mendung. Hujan masih tertahan. Orang-orang berselimut amarah, berselimut bahasa yang tajam. Bendera diikat ke kayu, kayu digenggam tangan. Invasi jalan raya, jalan protokol, jalan umum. Continue reading “Selingan Tragedi”

Perjalanan

M.D. Atmaja

Matahari meluncur ke barat, bersama dengan irama jalanan yang sibuk membawa para pekerja melangkah pulang. Ini lah kota yang berirama dalam khas tersendiri. Pagi dan sore, jalanan dipenuhi dengan pekerja yang bertaburan. Sore, pukul empat, seperti terhempaskan semuanya. Orang-orang yang semula berkumpul di dalam lingkaran, akhirnya keluar juga. Hiruk pikuk jalanan direguk habis sang Pendosa yang berdiri terpaku di sebuah perempetan. Jalanan ke selatan penuh. Jalan ke barat juga penuh. Jalan ke utara dan ke timur demikian juga. Continue reading “Perjalanan”

Kacamata Hitam Iyam

Ida Ahdiah
http://www.suarakarya-online.com/

Sejak sebulan lalu, tiap pagi, menjelang berangkat kerja, Iyam punya upacara rutin, memakai kacamata hitam di depan cermin di dinding ruang tamu, rumah petaknya. Sebelum dipakai, kacamata itu ia lap dengan tisu yang lebih dulu dicelup ke air. Setelah lapannya merata di lensa, ia keringkan dengan tisu kering. Baru kemudian ia kenakan kacamata bergagang tebal dan lebar dengan lensa sebesar piring kecil yang biasa digunakan untuk tatakan gelas kopi suaminya, Warno, itu. Continue reading “Kacamata Hitam Iyam”

Bahasa ยป