S.W. Teofani
http://www.lampungpost.com/
KEMUDIAN yang tertinggal penggalan kenang yang hampir tanggal. Bertandang dari laman-laman masa silam. Pada setiap waktu yang kita ramu. Pada warta-warta terkata.
Ketika masa mengaribkan kita, kau wanodya penuh ria. Aku suka menghitung tapakmu di antara bunga rumput dan bebatu. Dengan cengkrama yang selalu berbeda, kau wedarkan segala ruah rasa. Dalam tawa dan nelangsa, kau cecap setiap makna. Lalu aku terbiasa dengan seluruhmu; sungging senyum, kecumik manja, sedan hampa, hingga nganga luka yang kau punya. Continue reading “Tandan Tanggal*”
