Nephilim

Saroni Asikin
http://suaramerdeka.com/

HANNA tersenyum getir ketika bidan yang membantu persalinan mengatakan bayinya orok laki-laki yang tampan. Ia sudah tahu itu. Ini bayi kelima yang lahir dari rahimnya, dan semuanya laki-laki.

Ia juga tahu bahwa dari rahimnya masih mungkin lahir bayi lelaki keenam, ketujuh, kedelapan, kesepuluh, atau lebih dari itu. Selama perang saudara bangsa Aurelis memperebutkan Makhazareel belum berakhir, rahimnya harus siap menjadi wadah benih aurelis muda Danyael, utusan salah satu kubu aurelis pimpinan Mahakael. Continue reading “Nephilim”

Kasidah Asma

Kusprihyanto Namma
http://suaramerdeka.com/

KECAMUK perang baru saja usai. Aroma kepedihan masih bertabur di sekujur padang. Bacin darah menyeruak ke bening udara, mengundang beribu burung bangkai merayakan pesta. Tombak dan pedang belum tercerabut dari tubuh-tubuh terkapar kaku. Laksana hutan tonggak yang kering dan bisu.

Sementara itu, seorang ibu tua yang usianya mendekati bilangan seratus tahun, menyeret kakinya. Mencari jasad anak kesayangan. Satu per satu mayat dilewati. Dilangkahi. Menduga dan menerka. Peduli amat panas mentari. Tajam debu. Tukikan burung maut. Badan mati yang menghadang bersilang-silang. Setapak demi setapak kaki bergerak. Continue reading “Kasidah Asma”

Sandera Itu Bernama Gregory

Karya: Panos Ioannides
Diterjemahkan: Djoko Pitono
suaramerdeka.com

TANGAN saya berkeringat saat memegang pistol itu. Lekukan pelatuknya keras menempel di jari saya. Menghadapi saya, Gregory gemetar. Pandangannya jelas mengisyaratkan pada saya, “Jangan!”

Hanya mulutnya tidak bersuara. Bibirnya terkatup rapat-rapat. Seandainya saya, saya sudah akan menjerit, berteriak, dan menyumpah.

Para tentara menyaksikan… Continue reading “Sandera Itu Bernama Gregory”

Langit Terang di Bumi yang Gelap

S Prasetyo Utomo
http://suaramerdeka.com/

1. Lelaki Berkulit Legam

TANAH gelap cokelat pekat. Gadis berkulit bening itu muncul dari rumah tua. Berdandan cantik, ranum, harum berahi. Langit terang gemerlap bintang-bintang, berpendar: jauh dan dekat, menyala dan redup. Ia berjalan di antara rumah-rumah rapuh tanpa penghuni. Kelelawar-kelelawar garang bersarang di dalam rumah-rumah melapuk, bercericit dan beterbangan dengan kepak sayap gaduh. Continue reading “Langit Terang di Bumi yang Gelap”

Ular Betina

Teguh Winarsho AS
sinarharapan.co.id

Malam pucat di mata Tamin seperti selembar kertas kusam. Jidatnya berleleran keringat, tampak licin berkilat. Pandangan matanya remang, kabur, seperti dilingkupi kabut tebal. Tamin menggosok-gosok matanya dengan ujung jarinya yang berkuku panjang. Ada rasa perih menusuk. Juga kantuk yang masih mengutuk. Tapi Tamin tak mungkin bisa tidur lagi. Tamin akan melek sampai pagi bahkan siang hari. Sebab mimpi buruk itu pasti akan mengendap-endap mendatangi tidurnya begitu ia berhasil mengatupkan kelopak mata dan merapatkan selimut ke sekujur tubuhnya. Continue reading “Ular Betina”

Bahasa ยป