Ayah Sering Mencuri Lipstik Ibu

Indra Tranggono
suaramerdeka.com

AKU sering melihat Ayah mencuri lipstik Ibu untuk memerahkan bibirnya semerah bibir Ibu. Aku juga sering melihat dia mengoleskan pemerah pipi dan eye shadow, hingga wajahnya tampak lebih cantik dari wajah Ibu. Diam-diam, Ayah pun sering memakai BH Ibu dan menyumpalnya dengan gumpalan kain, hingga dadanya tampak padat berisi. Tak ketinggalan, Ayah memakai wig blonde Ibu, memadunya dengan gaun hitam dan blus warna musim semi. Ayah pun berputar-putar di depan cermin, mengagumi penampilannya. Continue reading “Ayah Sering Mencuri Lipstik Ibu”

Perempuan di Atas Batu

Herlino Soleman
http://suaramerdeka.com/

AKHIR-AKHIR ini ini aku sering berada di suatu tempat tanpa tahu alasan mengapa, untuk apa, dan mau bagaimana aku berada di tempat itu? Pernah kejadian, tiba-tiba aku berada di pancuran Kali Wetan. Aku menyadari berada di Kali Wetan setelah memang berada di tempat itu. Bahkan sudah duduk di sebatang pohon besar yang roboh dekat pancuran. Hampir tak kusadari kapan aku punya niat, lalu berjalan kaki menuju Kali Wetan yang terletak di sebelah timur kampung, menuruni tebing yang agak curam, kemudian sampailah di Kali Wetan yang dinaungi kerindangan pohon beringin. Continue reading “Perempuan di Atas Batu”

Lesung

Iggoy el Fitra
http://suaramerdeka.com/

KAU mencintainya seolah-olah ia adalah Tuhan. Bunyi roda-roda yang digeraki air sungai tiada berhenti, berbaur dengan suara tetumbuk kayu di atas lesung, dan batuk orang tua. Kau mengenalnya di depan gubuk itu, sebagai seorang anak gadis penumbuk beras. Kulitnya bersih, serupa tepung saat membaluti kujur tubuh laki-laki tua yang kerap membeli rokok di kedaimu. Betapa, kau menginginkannya menjadi pendamping hidupmu. Continue reading “Lesung”

Nosfratu

Sunlie Thomas Alexander
http://suaramerdeka.com/

BAYANGAN nosfratu tak pernah dipantulkan oleh cermin. Karena itulah kau berkelit menjauh, ketika Ros, kucing manis itu ?demikian kau selalu menggodanya? mencoba merengkuh tubuhmu. Hm, wangi parfumnya memang kelewat menggairahkan, nyaris memabukkan seperti aroma anyir darah…
Melangkah ke kain gordin merah tua yang tersibak lebar, dari kaca jendela kau melihat rintik gerimis yang masih berebahan di jalanan muka rumah kontrakan penari berpinggul molek itu semakin tipis, berpendar keperakan oleh cahaya lampu jalan dan satu-dua kendaraan yang sesekali melintas lewat. Continue reading “Nosfratu”

Senja Hari Draupadi

Saroni Asikin
suaramerdeka.com

(1)
SENJA jingga. Angin sejuk menguarkan amis darah. Draupadi berjalan menuju altar persembahyangan. Rambut panjangnya tergerai. Melambai-lambai. Aroma dupa yang mengambar tak mampu mengusir bebauan anyir dari Kurusetra. Sembari memberesi pedupaan, mulutnya melantunkan Sloka Siwa.
“Salindri, siang tadi apa kau lihat Bima mengayun-ayunkan gada menuju Kurusetra?” Continue reading “Senja Hari Draupadi”

Bahasa ยป