Dopok!

Rudi S. Kalianda
http://www.lampungpost.com/

“Dopok!”. Perempuan paro baya mengumpat. Ia duduk paling belakang dalam pertemuan itu. Tidak ada yang mendengar umpatan perempuan berkebaya jingga agak lusuh itu. Umpatan yang terekspresi dari merah wajah dan gemetaran kepalan tangan kurusnya. Hanya ia yang tahu; begitu juga ketika satu peristiwa membentang jelas di benaknya. Satu cerita yang menghayutkan pikiran, berpadu serentetan caci maki yang terus mengalir dari hatinya. Continue reading “Dopok!”

Sang Suami

Ganda Pekasih
http://www.lampungpost.com/

SANG suami tiba-tiba merasa bahwa segala usahanya mencari harta dan kekayaan sia-sia. Ia mempunyai istri yang dirasanya kini hanya menghabiskan tabungan dan penghasilannya saja. Dua anaknya yang masih berusia balita juga sama. Baginya mereka meminum susu yang sangat mahal, yang tak pernah dibayangkannya kini harganya terus melambung. Sang Suami ingat dulu ketika kecil dia tidak pernah diberi susu formula oleh kedua orang tuanya yang hidup miskin. Jadi untuk apa susu susu itu, karena tidak minum susu pun dia sekarang bisa hidup. Continue reading “Sang Suami”

Sebias Cerah di Kampung Warna

Agus B. Harianto

Kampung Warna telah terukir dalam black list kepolisian setempat. Setiap intel seringkali mendapati Kartu Tanda Penduduk yang terselip dalam saku celana tahanannya menunjuk alamat kampung itu. Hingga guyonan tersendiri merebak di gedung pemerintah tersebut. Yang lebih menggembirakan lagi, mereka dapat langsung mengarahkan pencarian kala tindak kriminal terjadi di sekitar Surabaya Selatan. Sebagian besar dari penghuni penginapan mereka adalah warga kampung itu. Continue reading “Sebias Cerah di Kampung Warna”

Di Jarwal, Kutunggu Kematianku

Shoim Anwar*
http://www.jawapos.co.id/

JARWAL masih menyisakan bagian dari kota tua. Gedung-gedung bertingkat terlihat digerogoti usia. Dinding-dindingnya kusam, melepuh seperti kulit terbakar. Di ujung Jalan Al-Sadah, kulihat puncak gunung yang gersang di sebelah barat. Aku terus menapak, belok ke timur lewat Jalan Al-Mahakem hingga tembus ke Jalan Al-Tayssir. Di Jarwal, kulihat langit memucat seperti kain kafan terbentang. Sesekali terlihat burung elang berputar-putar, mencari anak-anak merpati yang bergerak-gerak di sarang ketika minta disuapi induknya. Continue reading “Di Jarwal, Kutunggu Kematianku”

Coretan Kang Dol

Ahmad Munib

Kang DulPaqih masih duduk terpaku pd sebuah dipan tua, yang tampak reot termakan rayap. jari telunjuknya masih menjempit erat sebatang rokok, yah merk mlendjo kesukaanya. disampingnya secangkir kopi kental bikinan mbok sutrani, yang tinggal ampasnya dg setia menemaninya. kepulan asap ringan pun terus keluar dari mulut…nya yang keliatan menghitam. ya, Kang DulPaqih masih terpaku dg ujaran-ujaran kang Irul saat “kongkow” bersama Ki Wahono di warung mbok sutrani td pagi.
Ia masih terkesan dg dongengnya itu, begini…… Continue reading “Coretan Kang Dol”

Bahasa ยป