M A R J I

Azizah Hefni
suarakarya-online.com

Pagi-pagi sekali, Marji sudah mandi. Pakaiannya sudah rapi. Rambutnya di belah pinggir, di beri minyak agar terlihat klemis. Ia juga sudah menyisir alisnya yang tebal, juga kumis tipisnya. Baunya pun wangi. Maklum, sabun mandi yang ia pakai tadi bukan lagi sabun bonus semen atau cat tembok, melainkan sabun merek ternama, yang biasa diiklankan di tivi.

Sebelum berangkat, Marji menengok istrinya, Karni, yang sibuk mencuci setumpuk pakaian di sumur belakang. Tampak dari belakang, punggung istrinya melengkung, dan gelungan rambutnya banyak yang terlepas. Continue reading “M A R J I”

Berita dari Kampung

Sunaryono Basuki Ks
http://www.suarakarya-online.com/

Kebiasaanku tiap pagi sebelum berangkat ke kampus ialah memeriksa kotak surat di lobi Mary Morris Resedence, siapa tahu ada sepucuk dua surat dari kampung halaman. Tapi pagi itu aku belum beruntung. Bagaimana keadaan istri dan dua orang anakku yang kutitipkan di rumah orang tuaku di Malang?

Sebelum aku berangkat, Wawan dan Andi menjadi pasien Dr. Wardhana spesialis anak-anak dan divonis sakit paru-paru sehingga harus mengkonsumsi obat yang mahal. Continue reading “Berita dari Kampung”

Kabar Kematian

Mustafa Ismail
http://www.suarakarya-online.com/

Abu mengingau. Aku yang malam itu tidur di rumah kontrakan abu, tersentak bukan kepalang. Abu berteriak-teriak sendiri. “Kalau Bang Suman berani mengancam lagi, saya akan laporkan ke polisi.” Kata-kata itu diucapkan berulang-ulang. Kudengar umi di dalam kamar membaca beberapa ayat-ayat Quran sambil membangunkan abu dan membimbingnya mengucapkan ayat-ayat yang dilafalkannya. Continue reading “Kabar Kematian”

Mencari Jeck

Gita Nuari
http://www.suarakarya-online.com/

Setiap masuk bulan Ramadhan, entah kenapa aku selalu teringat Jeck, teman lama yang sudah kuanggap saudara sendiri. Setiap menjelang bulan Ramadhan atau setelah satu minggu ibadah puasa berjalan, Jeck suka datang ke rumahku membawa dua buah botol sirup, “Untuk buka puasa,” katanya. Tapi, baru beberapa ucap, ia pergi begitu saja tanpa kutahu kemana perginya. Sampai satu ketika Laras, istrinya, memintaku untuk mencarikan Jeck, atau mencari tahu dimana keberadaan Jeck saat itu. Continue reading “Mencari Jeck”

Ia Tak Bunuh Diri di Hari Minggu

Indra Tranggono
jawapos.com

Tubuh Sateer membeku. Kapan jantungnya memutuskan untuk berhenti berdegup, hanya dia yang tahu. Sebuah riwayat telah ditutup dengan cara yang begitu teaterikal.

Di reruntuhan bangunan dekat pasar dan rumah ibadah di Kota Dazblath, Sateer merencanakan sendiri kematiannya. Tubuhnya serupa melayang di udara. Di lantai tiga sebuah gedung yang tidak utuh lagi, Sateer mengikatkan kedua tangannya pada kabel-kabel tembaga berukuran jempol kaki orang dewasa. Tubuhnya menjadi serupa kain yang menjuntai, melambai, bergenteyongan di udara. Baju longgarnya yang serbaputih –serupa jubah– berkibar-kibar. Continue reading “Ia Tak Bunuh Diri di Hari Minggu”

Bahasa ยป