Perempuan Cantik Itu Tersenyum Kepadaku

Dodiek Adyttya Dwiwanto
oase.kompas.com

Minggu siang ini aku kembali ke sini. Kembali ke tempat ini lagi. Sebuah pusat perbelanjaan di kawasan Semanggi. Lebih spesifiknya food court di plaza ini.

Entahlah di lantai berapa. Sudah tidak terhitung aku ke sini tetapi tetap saja aku selalu nyasar, kehilangan arah di tempat yang menurutku tidak beres tata letaknya. Mungkin arsitek yang merancang tata letak tempat ini baru lulus kuliah hingga membuat orang-orang termasuk diriku selalu tersesat. Dan hari ini aku datang lagi ke tempat itu. Seperti juga sebulan yang lalu. Dua bulan yang lampau. Setahun yang silam. Dan seperti yang sudah-sudah, aku tersesat. Continue reading “Perempuan Cantik Itu Tersenyum Kepadaku”

Rumpal Jejak

Rengget Dyaloka
http://renggetdyaloka.com/

Jelajak kaki yang membentang di sepanjang bibir pantai hingga entah itu menghantui setiap susur-langkahku. Aku begitu tertarik dan bersemangat untuk mengikutinya, meski aku tidak tahu dan tidak yakin apakah itu jejak manusia atau makhluk lain. Aku tidak peduli. Telapakku membeku, aku menipuinya hingga menimbulkan sensasi hangat, tentu saja sambil masih menelusuri jelajak yang tercetak di bebutir pasir putih Pantai Adamangan. Continue reading “Rumpal Jejak”

Hidup Hanyalah Menunda Kekalahan

Sunaryono Basuki Ks
http://www.sinarharapan.co.id/

Memang, bagi Chairil Anwar, ?hidup hanyalah menunda kekalahan.? Lahir, hidup dan mati di tangan Tuhan. Semuanya rahasia Tuhan. Kalah dan menang juga rahasia Tuhan. Manusia wajib berusaha, soal kalah sudah menjadi garis tak perlu ditangisi.

Tapi bagi Bayu Sejati, hidupnya harus menunda kemenangan. Menang! Menang! Menang! Kemenangan suatu keniscayaan, sebagaimana kekalahan. Kemenangan bak datangnya matahari pagi dan kekalahan adalah matahari terbenam. Continue reading “Hidup Hanyalah Menunda Kekalahan”

Kisah Prajurit Kidal dan Tuan Cuak Kuak

S Yoga
entertainmen.suaramerdeka.com

SUATU ketika datang seorang prajurit yang ditugaskan di kampung kami. Prajurit Gidal namanya. Pada hari pertama tanpa ba bi bu ia mengumumkan, penduduk kampung harus mematuhi peraturan pemerintah. Selebaran-selebaran ia bagi-bagikan. Di selebaran terpampang kami tidak boleh main judi, sabung ayam, mabuk-mabukan, minum tuak, main hakim sendiri bila ada maling yang tertangkap. Kami tidak boleh lagi mengikat tangannya ke belakang dan melemparkan ke sungai. Tidak boleh ada pembunuhan tanpa alasan jelas. Tidak boleh ada pembakaran orang tak bersalah di lapangan. Continue reading “Kisah Prajurit Kidal dan Tuan Cuak Kuak”

Delima

Yasunari Kawabata
Penerjemah: Anton Kurnia
suaramerdeka.com

DALAM embusan angin malam daun-daun pohon delima jatuh berguguran. Helai-helai dedaunan terserak melingkar di pelataran. Kimiko terkejut saat melihat pohon itu meranggas di pagi hari dan terheran-heran menyaksikan lingkaran dedaunan yang terserak begitu sempurna di bawahnya. Dia berharap angin akan mengacaukannya. Sebutir buah delima yang ranum tertinggal di pohon itu.

“Kemarilah, lihat itu,” seru gadis itu kepada ibunya. Continue reading “Delima”

Bahasa ยป