Gerimis Senja di Jendela

Abdullah Khusairi
http://www.jawapos.com/

Kau tandai malam itu di dadaku. Hingga membekas dan terasa sampai kini. Maka rindu ini kian rindang saja. Rindang tak berbuah. Pun seorang, tak ada yang tahu tentang itu selain aku. Dan malam-malam aku mengisahkan sendiri bagaimana getar-getar jiwa menyatu malam itu.

Aku menulis sisa-sisa dari hidup yang pernah terbingkai bersamamu. Bingkai yang kecil. Kecil sekali. Tak patut disebut sejarah bagi siapa saja, apalagi bagi negeri ini. Continue reading “Gerimis Senja di Jendela”

Kepekatan Malam Tak Berujung

Kavellania Nona Pamela

Salah satu coffe shop di bilangan Kemang begitu ramai. Maklum saja ini malam Minggu sehingga lumayan banyak pengunjung yang datang. Pada salah satu sudut ruangan Amara hanya duduk sendirian, sibuk berinternet dengan laptop. Biasanya jika malam Minggu seperti ini Reihan selalu datang dari Purwekerto ke Jakarta untuk menemaninya menghabiskan malam minggu. Tiga bulan yang lalu Reihan disuruh memegang bisnis keluarganya, maka dari itu Reihan yang tadinya tinggal di Jakarta dan satu kantor dengan Amara, pindah ke Purwekerto. Continue reading “Kepekatan Malam Tak Berujung”

Limin Jadi Dukun

Esha Tegar Putra
http://www.riaupos.com/

Tiba-tiba tubuh Limin terlentang, rubuh ke tanah, ia terkulai lemas tidak berdaya. Segelas kopi yang baru saja ingin diseruputnya tertuang membasahi pakaian lelaki paruh baya itu. Di genggaman tangan kirinya kulihat batu, pipih seukuran telur ayam kampung, berwarna hitam dan kesat. Batu itu erat digenggamnya.

Orang-orang di lepau tersentak melihat kejadian yang menyiratkan keanehan tersebut. Sesekali tubuh Limin menggelepar seperti ayam yang baru saja disembelih. Dari mulutnya air liur membusa, matanya membelalak. Continue reading “Limin Jadi Dukun”

Menuju Pulang

Indrian Koto
kendaripos.co.id

Semakin jauh kau diseret perjalanan, semakin besar debar yang menimpamu. Matamu berpacu dengan laju. Di luar, dari kaca bis yang separuhnya dibiarkan terbuka –angin dan debu menerpa wajah dan kulitmu, menerbangkan anak-anak rambutmu– kau melihat segalanya begitu baru. Pohon-pohon manis yang tampak rindang, kampung-kampung santun dengan penghuninya yang anggun, petak-petak sawah dan gunung, rumah-rumah yang dipisahkan badan jalan, jalanan mendaki dan tikungan tajam. Setiap melewatinya, setiap kali itu pula kau ingin mengulang dari awal. Lagi dan lagi. Continue reading “Menuju Pulang”

Rambut

Indrian Koto
sinarharapan.co.id

Bagaimana mungkin rambut panjang bisa dihubungkan dengan cinta? Aku tak habis mengerti apa yang dipikirkan olehnya. Dia memintaku memotong rambut dan menghubung-hubungkannya pula dengan cintaku padanya. “Aku tidak minta sesuatu yang berlebihan darimu. Kalau kau betul-betul mencintaiku, aku minta kau memotong rambutmu,” katanya sore itu. Continue reading “Rambut”

Bahasa ยป