Abdullah Khusairi
http://www.jawapos.com/
Kau tandai malam itu di dadaku. Hingga membekas dan terasa sampai kini. Maka rindu ini kian rindang saja. Rindang tak berbuah. Pun seorang, tak ada yang tahu tentang itu selain aku. Dan malam-malam aku mengisahkan sendiri bagaimana getar-getar jiwa menyatu malam itu.
Aku menulis sisa-sisa dari hidup yang pernah terbingkai bersamamu. Bingkai yang kecil. Kecil sekali. Tak patut disebut sejarah bagi siapa saja, apalagi bagi negeri ini. Continue reading “Gerimis Senja di Jendela”
