Zaim Rofiqi
http://entertainmen.suaramerdeka.com/
AKHIRNYA, saat yang paling ia takutkan itu pun tiba: pada 6 Juni 2006, ia harus ke luar dari penjara itu. Ia bebas. Tempat yang sudah begitu lama ia huni dan mulai bisa ia cintai itu kini harus ia tinggalkan.
Harus. Ia tak bisa menawar. Tak ada pilihan lain. Ia tidak punya pilihan lain. Masa penahanannya di dalam penjara itu telah habis. Dan sebagaimana tahanan-tahanan lain yang telah habis masa penahanannya, ia tidak lagi boleh berada di dalam bangunan itu, betapapun besar keinginannya untuk terus tinggal di situ. Continue reading “Sang Tahanan”
