Satu Malam yang Tersisa

Diani Savitri Yahyono
http://www.lampungpost.com/

SIANG itu pekarangan seperti terpanggang. Tiap pucuk daun merunduk layu. Seembusan pun angin tidak berlalu.

Iswari duduk bertekuk kaki di bawah pohon beringin muda di sisi rumah. Kedua tungkai tersembunyi di hamparan rok terusan berhias bunga merah muda. Naung daun yang rimbun di dahan yang tambun menyungkupi diri lesunya dengan sedikit kesejukan. Continue reading “Satu Malam yang Tersisa”

Mata Penuh Sihir

Vita Devi Ajeng Pratiwi*
http://media-jawatimur.blogspot.com/

Hujan belum reda padahal sudah pukul lima sore. Aku berlari-lari kecil, mengendap-endap di antara emperan took, menuju kedai kecil di pertigaan jalan. Aku masuk ke kedai itu dan duduk di sudutnya kemudian kupesan segelas wedang jahe, minuman tradisional yang dapat menghangatkan tubuhku dari dinginnya hujan. Continue reading “Mata Penuh Sihir”

OUR STYLE

Aini Aviena Violeta
http://media-sastra-nusantara.blogspot.com/

Pagi itu sungguh indah. Matahari bersinar dengan cantiknya. Angin pun berhembus lembut. Burung burung berlompatan dengan riang. Sekerumunan anak-anak perempuan berpakaian seragam tak ingin kalah dengan meledakkan tawa yang dahsyaaat, mereka menyambut pagi dengan super hueboh di kantin sekolah. Empat gadis ter-usil di sekolah menghabiskan waktu senggangnya dengan gossip-gossip panas dan humor-humor gila. Continue reading “OUR STYLE”

Bahasa ยป