Chairil, si Penyair “binatang jalang”

Zul Afrita
padangekspres.co.id

Tuhanku/ Dalam termangu/ Aku masih menyebut namaMu// Biar susah sungguh mengingat Kau penuh seluruh// cayaMu panas suci// Tuhanku// aku hilang bentuk/ remuk// Tuhanku // aku mengembara di negeri asing// Tuhanku/ di pintuMu aku mengetuk/ aku tidak bisa berpaling. (Doa, Chairil Anwar). Meskipun telah tiada, namun Penyair “binatang jalang” itu tetap hidup bersama sajaknya. Continue reading “Chairil, si Penyair “binatang jalang””

Bukan Hanya Chairil dan Sutardji

Grathia Pitaloka
jurnalnasional.com

Sejarah sastra tak selalu memunculkan, tapi juga menggelapkan nama-nama.

Sastra Indonesia dihantui oleh sejarahnya!. Pendapat tersebut pernah dikemukakan oleh kritikus sastra Nirwan Dewanto delapan tahun silam. Nirwan khawatir apabila sejarah semata-mata dipandang sebagai kumpulan kisah asal muasal, maka akan menciptakan beban bagi titik-titik pembaruan sastra di tanah Air. Continue reading “Bukan Hanya Chairil dan Sutardji”

Bahasa »