Mengenang Sjahrir via Puisi Chairil

Moh. Samsul Arifin
jawapos.co.id

BUNG, aku bisa merasakan luka yang merasuk hingga tulang-tulangmu. Juga, luka yang menular di sekujur orang-orang terdekatmu: Siti Wahjunah, Soedjatmoko, dan dua anakmu -Kriya Arsyah (Buyung) dan Siti Rabyah Parvati (Upik). Saat kau ditahan di Rumah Tahanan Militer di Jalan Budi Utomo, Jakarta, kau menghuni kamar sempit dan lembap. Continue reading “Mengenang Sjahrir via Puisi Chairil”

Merayakan Chairil, Mengenang Pram

Umar Fauzi
surabayapost.co.id

Seperti berbagai pengultusan peringatan hari-hari besar atau hari bersejarah lainnya, kesusastraan Indonesia juga tidak luput dari tradisi tersebut. Bulan sastra atau oleh Sapardi Djoko Damono disebut sebagai hari sastra itu, jatuh pada bulan April, tepatnya pada tanggal 28 April. Peringatan ini ?sekaligus? untuk mengenang sang maestro sastrawan Indonesia Chairil Anwar. Dengan perkataan lain, nama besar Chairil dijadikan momentum sebagai hari Sastra Indonesia. Pada bulan ini diselenggarakan oleh berbagai pihak baik komunitas sastra maupun lembaga pendidikan berbagai macam kegiatan kesusastraan. Continue reading “Merayakan Chairil, Mengenang Pram”

Pergeseran Pola Puitik Dari Chairil Anwar Menuju Arief B. Prasetyo

Ribut Wijoto
sinarharapan.co.id

Ketika sedang suntuk mempelajari kembali puisi Chairil Anwar, saya tiba-tiba teringat Hugh Trevor-Roper, sejarawan yang membahas historiografi abad ke delapan belas. “Prestasi yang dicapai oleh sejarawan abad ke delapan belas sangat luar biasa”, tulisnya dalam buku The Listener (1977). Abad ke-18 telah semena-mena terhadap data dan peristiwa sejarah. Segala yang terjadi di masa silam dinilai dan ditafsirkan dengan norma dan realitas masa sekarang. Seolah-olah nilai masa sekarang bersifat mutlak dan masa silam bersifat relatif. Continue reading “Pergeseran Pola Puitik Dari Chairil Anwar Menuju Arief B. Prasetyo”

Bahasa ยป