Posted by PuJa on May 29, 2011
Damhuri Muhammad Kompas, 2 Januari 2011 ARIF B Prasetyo memaklumatkan kurun Facebook dan Twitter sebagai era kematian kritikus seni (Kompas, 19/12). Ia membincang berlimpah ruahnya ulasan karya seni di dunia maya, yang lantaran demokratisasi pembacaan, kemudian merenggut otoritas para kritikus. ”Siapa pun kini bisa menjadi kritikus yang berhak mengevaluasi puisi dan melegitimasi siapa pun yang [...]
Filed under: Esai
Posted by PuJa on May 28, 2011
Damhuri Muhammad Pikiran Rakyat,12 Des 2010 SEJUMLAH Perkutut Buat Bapak (2010) karya Gunawan Maryanto dan Buwun (2010) karya Mardi Luhung ternobat sebagai pemenang kembar anugerah Khatulistiwa Literary Award (KLA) 2010 untuk kategori puisi, selain Rahasia Selma (2010), kumpulan cerpen karya Linda Christanty, untuk kategori prosa. Dua buku sajak itu menyisihkan tiga nominator lain: Penyeret Babi [...]
Filed under: Canting
Posted by PuJa on April 20, 2011
Damhuri Muhammad* Kompas, 9 Desember 2008 BISAKAH sastra dan agama bersekutu, lalu mendedahkan kebenaran yang sama? Bila pertanyaan ini diajukan kepada Adonis, dipastikan jawabnya mustahil. Bagi penyair Arab terkemuka itu, puisi dan agama bagai dua sumbu kebenaran yang bertolak belakang. Puisi adalah pertanyaan, sementara agama adalah jawaban. Puisi adalah pengembaraan yang dituntun oleh keragu-raguan, sedangkan [...]
Filed under: Esai
Posted by PuJa on December 11, 2010
Damhuri Muhammad http://www.suarakarya-online.com/ Di kampung, ia mubaligh muda. Tiap Jum’at beroleh undangan jadi khatib. Bergilir dari satu jama’ah ke jama’ah lain. Dari mesjid sekitar kampung hingga mesjid di ibukota kabupaten. Hari lain, ia memberi pengajian di musholla Nur Al-falah, majelis ta’lim di musholla Bait Al-rahman, dan kuliah subuh di musholla Siraj Al-huda. Selebihnya, memenuhi undangan [...]
Filed under: Cerpen
Posted by PuJa on December 6, 2010
Damhuri Muhammad http://www.suarakarya-online.com/ Sekali lagi, geliat proses kreatif dalam sastra berbenturan dengan construct teologi Islam. Kali ini cikal soalnya berasal dari novel Adam Hawa karya Muhidin M. Dahlan (Yogyakarta : Scripta Manent, 2005) yang tertuduh; melecehkan Qur’an. Sebuah Ormas Islam mengklaim tabiat kepengarangan Muhidin tergolong kategori hirabah (terorisme). Tak dirinci, tindak terorisme macam apa yang [...]
Filed under: Esai
Posted by PuJa on October 26, 2010
Damhuri Muhammad http://www.sinarharapan.co.id/ Sebut saja nama lelaki itu MUSTAJAB. Tahun lalu ia telah berhasil meraih gelar sarjana dari sebuah perguruan tinggi negeri di kota ini. Namun, ia belum berkeinginan untuk kembali pulang ke daerah asalnya. Nun di sana, di pulau jauh. Sebuah negeri yang katanya belum tertempuh roda-roda (kecuali roda-roda nasib yang sial), dan belum [...]
Filed under: Cerpen
Posted by PuJa on October 25, 2010
Damhuri Muhammad Kompas, 24 Okt 2010 Bila ada yang bertanya, siapa makhluk paling kikir di kampung itu, tidak akan ada yang menyanggah bahwa perempuan ringkih yang punggungnya telah melengkung serupa sabut kelapa itulah jawabannya. Semula ia hanya dipanggil Banun. Namun, lantaran sifat kikirnya dari tahun ke tahun semakin mengakar, pada sebuah pergunjingan yang penuh dengan [...]
Filed under: Cerpen
Posted by PuJa on October 18, 2010
Damhuri Muhammad http://www.sinarharapan.co.id/ Sejak kecil, Warat bercita-cita hendak menjadi guru. Tapi, karena keinginannya tak sama dengan ‘kemauan’ Tuhan, akhirnya ia menjadi politisi. Lelaki itu tak menyesali nasib, apalagi menolak takdir. Toh, Tuhan telah mengantarkannya pada nasib yang lebih mujur dari sekedar cita-cita guru. Lebih mujur, karena pendapatannya sebagai politisi berlipat-lipat lebih banyak dari gaji guru. [...]
Filed under: Cerpen
Posted by PuJa on June 22, 2010
Damhuri Muhammad* http://www.jawapos.co.id/ BILA tidak ingin celaka, jangan melintas di Jembatan Sinamar pada waktu-waktu lengang, apalagi tepat di saat berserah-terimanya ashar dan magrib! Bukankah begitu sejak dulu, petuah para tetua, perihal jembatan yang tak pernah lekang dan usang itu? Namun, sebagaimana titian biasa runtuh, pantangan biasa dilanggar, bukankah pula, dari masa ke masa, selalu ada [...]
Filed under: Cerpen