Pengakuan Anggota Waffen-SS (Günter Grass)

Dami N. Toda *
Kompas, 17 Sep 2006

Pengakuan Günter Grass bahwa dahulu dia anggota satuan pasukan elite Waffen-SS Nazi Hitler sungguh mengejutkan. Wajah kekejaman pasukan khusus Hitler SS (Schutzstaffel/regu jaga) dan Waffen-SS (regu tempur) tiba-tiba muncul kembali. Seragam tempur hijau daun zaitun dan hitam dengan leher baju bertanda aksara kembar “SS” Germania kuno, emblem berlambang kepala orang mati di bawah pedang terbelit ular siap memagut. Continue reading “Pengakuan Anggota Waffen-SS (Günter Grass)”

Scientia, Sapientia, Virtus

(dikirim menjelang Haul Romo Beek, September 2003)
Dami N. Toda
Posted on Juli 6, 2008 by dwipramono

Poro Saderek yang berhaul ke makam Romo Beek di Ungaran,
Doa Stef Baloi Bago dan saya dari Jerman diwakilkan saja nanti ya pada kalian — semoga poro saderek SV yang ke Ungaran juga dikaruniai dari Atas rahmat khusus. Dari jauh haul kalian kami sertai secara ruh hari itu. Generasi saya di Realino tak kenal Romo Beek kecuali melihat “pesona” karakter matanya dilukis (-foto) karya Mas Samsulhadi (?) terpancang di ruang reakreasi Villa I dahulu (entah di mana sekarang dipajang lukisan foto yang memukau itu). Namun Romo-Beek-isme selalu menantang dan menjadikan warna permenungan saya tak tenang, berkabut abu-abu hingga saat ini. Continue reading “Scientia, Sapientia, Virtus”

Obituary Dami N. Toda (1942-2006)

Riris K. Toha-Sarumpaet
http://docs.susastra-journal.com/

DALAM sebuah lawatan kesenian Fakultas Sastra UI ke Yogyakarta di awal 1970-an, Dami dengan suara tenornya yang lengking mengiris, berduet dengan saya. Bukan gentar atas ratusan pasang mata taruna Akademi Militer Nasional (AMN) yang menyaksikan persoalan saya waktu itu, tetapi tuntutan estetik Dami yang untuk ukuran saya sebagai mahasiswa sangat sulit dipenuhi. Masa itu saya lebih mengandalkan alam dan penghayatan, tetapi dia meminta teknik dan pembangunan khalayak. Continue reading “Obituary Dami N. Toda (1942-2006)”

Dami N. Toda sebagai Kritikus Sastra

Yohanes Sehandi *
harian Pos Kupang, 23 Juni 2010

Sejak Dami N. Toda meninggal dunia 10 November 2006 di Hamburg (Jerman) sampai dengan pengantaran abu jenazahnya ke Indonesia/NTT, Oktober 2007, sejumlah koran nasional dan lokal NTT (Pos Kupang dan Flores Pos), memberitakannya. Wartawan Pos Kupang di Manggarai, Kanis Lina Bana, merekam kembali perjalanan hidup almarhum dan menghasilkan tiga tulisan berseri di Pos Kupang (25-27/10/2007). Continue reading “Dami N. Toda sebagai Kritikus Sastra”

Mengenang Kritikus Sastra Dami Toda

Gerson Poyk
http://www.suarakarya-online.com/

Penulis terhenyak ketika memperoleh berita bahwa Dami N Toda telah meninggal pada bulan November 2006 yang lalu. Perkenalan pertama kami terjadi di Sanggar Wowor milik pematung Michael Wowor di Jalan Kalibata Raya pada tahun enam puluhan ketika Menteri Perkebunan waktu itu, Frans Seda, memberi oder kepada Michael untuk membuat patung Irama Revolusi. Continue reading “Mengenang Kritikus Sastra Dami Toda”