Dua Penyair Indonesia di Hamburg

Catatan Baca Puisi Dorothea dan Joko Pinurbo
Dami N Toda *
Kompas, 3 Feb 2002

MUNGKIN bukan kebetulan Ruang C Philoturm Universitas Hamburg bersebelahan dengan pajangan patung kepala Ernst Cassirer (1874-1945), filsuf Yahudi-Jerman Neokantianis, bekas Rektor Universitas Hamburg (1930-1933). Salah satu buku Cassirer, Esai Manusia (An Essay On Man, 1944), terkenal di Indonesia karena pernah terpilih sebagai salah satu bacaan wajib studi sastra di Fakultas Sastra. Continue reading “Dua Penyair Indonesia di Hamburg”

Mengenang Rendra (2)

Rendra Hormati Kritikus Dami N. Toda
Yohanes Sehandi *
Flores Pos (Ende), 6 Agu 2010

Bagi kita masyarakat NTT/Flores, penyair Rendra yang dijuluki “Si Burung Merak” ini menyisakan kenangan tersendiri. Dua tahun sebelum “pergi,” penyair dan dramawan ini mengunjungi NTT selama lima hari (15-19 Oktober 2007). Beliau datang secara khusus ke NTT/Flores dalam rangkaian pengantaran “abu jenazah” almarhum Dami N. Toda. Continue reading “Mengenang Rendra (2)”

Mengenang Rendra (3 habis)

Dami N. Toda Mengkritisi Rendra
Yohanes Sehandi *
Flores Pos (Ende), 7 Agu 2010

Dalam perjalanan panjang kariernya sebagai kritikus sastra Indonesia modern, Dami N. Toda memberikan perhatian khusus pada karya-karya W.S. Rendra, baik karya puisi maupun drama/teater, serta pementasan-pementasannya. Dari hasil penelusuran/pelacakan yang saya lakukan terhadap karya-karya Dami N. Toda yang tersebar luas, yang secara khusus menelaah/mengkritisi karya-karya Rendra, ditemukan minimal empat karangan/tulisan Dami. Continue reading “Mengenang Rendra (3 habis)”

Sejarah dalam Kulit Bawang

Afrizal Malna
majalah.tempointeraktif.com

Pada awal 1980-an demonstrasi perdamaian marak di Jerman. Warga menentang keputusan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) yang menerima penempatan 572 misil Pershing II Amerika Serikat di lima negara Eropa Barat. Tak tanggung-tanggung, Heinrich Boll dan Gunter Grass (keduanya pemenang Nobel Sastra) ikut turun ke jalan. Dua Nobelis ini berpidato tentang tanggung jawab moral Jerman sebagai penyebab pecahnya dua perang dunia. Continue reading “Sejarah dalam Kulit Bawang”