Damiri Mahmud
lampungpost.com
SANG Empu dikelilingi beberapa muridnya. Langit sedikit gelap. Tak ada angin. Burung-burung masih hinggap di pepohonan, bersahut-sahutan, mungkin memberitakan ziarahnya hari itu dan perolehan rezeki dari padang ke padang.
“Maukah kamu mendengarkan sebuah kisah, Muridku?”
“Tentu Guru,” murid menjawab takzim. “Kami akan menelaahnya baik-baik.” Continue reading “Kepala”
