Tag Archives: Darma Putra

Pusat dan Daerah

Darma Putra
http://www.balipost.co.id/

SELAMA seminggu, 22-29 September, di Surabaya berlangsung Temu Teater Kawasan Timur Indonesia (Katimuri) III. Panitia telah mengundang 107 grup teater dari Katimuri, sementara sudah 20 grup memastikan diri untuk ikut. Salah satu tujuan acara ini adalah menyatukan energi kelompok teater Katimuri untuk “menolak” superioritas Barat (Bali Post, 15/9). Bagaimanakah acara temu teater ini sebaiknya dipahami?

Kembali ke Cerpen Pendek, Bersahaja, dan Jenaka

Judul : Membunuh Orang Gila
Penulis : Sapardi Djoko Damono
Penerbit : Buku Kompas, 2003
Tebal : 104 hlm.
Peresensi : Darma Putra
http://www.balipost.co.id/

KUMPULAN cerita pendek (cerpen) “Membunuh Orang Gila” karya Sapardi Djoko Damono ini berisi 18 karya, ciptaan tahun 2002 dan 2003, jadi tergolong karya “baru gres”.

Sosok ”Orang Lain” dalam Sastra Bali Modern

Darma Putra
http://www.balipost.co.id/

Penampilan sosok “orang lain” (the other) sebagai tokoh sentral cerita atau puisi sudah lama muncul dalam sastra Bali tetapi sifatnya sporadis. Lihatlah misalnya tokoh Cina dalam “Geguritan Sampek Eng Tay” (1915). Dalam karya-karya mutakhir, seperti cerpen “Ketemu ring Tampaksiring” karya Made Sanggra, pembaca menjumpai tokoh orang Belanda. Selain sebagai tokoh cerita, sosok “orang lain” itu juga menjadi fokus tema, sarana, serta arena penjabaran estetika.

Made Sanggra, Perginya Sastrawan Berilmu Padi

Darma Putra
http://www.balipost.co.id/

Sastrawan I Made Sanggra berpulang Rabu (20/6) lalu. Bali kehilangan salah satu sastrawan terbaiknya. Penghargaan penting yang sekarang pantas diberikan atas prestasi kreativitasnya pastilah dengan menerbitkan karya-karya yang ditinggalkan. Di masa hidupnya, sastrawan kelahiran Sukawati, Gianyar, tahun 1926 ini sering mengeluarkan biaya sendiri untuk menerbitkan karya-karyanya.

Apresiasi Semarak, Kritik Sastra Senyap

Darma Putra
http://www.balipost.com/

KEHIDUPAN sastra nasional dan daerah di Bali terus berlanjut sejak dulu. Banyak karya diciptakan, dibaca, dipentaskan dalam bentuk seni pertunjukan seperti sendratari dan wayang, atau ditransformasi dalam bentuk seni rupa atau seni ukir di tembok-tembok. Ada juga novel disajikan lewat film atau sinetron.