Djadjat Sudradjat
Lampung Post, 11 Des 2011
TOKOH tak lahir dari papan reklame. Juga tidak dari lembaga-lembaga adat atau agama, lembaga kemasyarakatan atau institusi niaga, yang menahbiskannya lewat upacara yang takzim di panggung yang bergemuruh dan publikasi yang rancak. Tokoh dengan “T” besar justru kerap lahir dari ruang sepi dan publik tak memahaminya seketika. Ia tak meminta, melainkan memberi. Ia pertama-tama meneguhkan “kehormatan” untuk publiknya, bukan untuk dirinya. Continue reading “Tokoh”
