Tag Archives: Djadjat Sudradjat

Puisi

Djadjat Sudradjat
Lampung Post, 22 Sep 2013

HARI ini puisi masih terus ditulis. Hari ini puisi masih diterbitkan dan (mungkin) dibaca. Hari ini puisi masih dibicarakan meski kerap oleh kalangan sendiri. Hari ini masih ada yang bangga dan ingin menjadi penyair. Dan itu melegakan.

Sang Pelintas Batas

Djadjat Sudradjat
Lampung Post, 16 Juni 2013

“SAYA ini orang Sumatera. Jadi, jangan dipancing-pancing soal federalisme. Sebab, orang Sumatera itu bawah sadarnya, Indonesia itu idealnya ya federal. Kalau orang Jawa pasti negara kesatuan,” kata Taufiq Kiemas lebih sepuluh tahun lalu dalam sebuah obrolan di rumahnya, Jalan Teuku Umar, Jakarta Pusat.

Wiji Thukul

Djadjat Sudradjat
Lampung Post, 19 Mei 2013

MEI 1998 adalah bulan yang “belum selesai”. Ia revolusi yang penuh tragedi, waktu yang penuh orang-orang mati dibunuh dan dihilangkan. Juga kau, Wiji Thukul, anak tukang becak, buruh yang memilih menjadi penyair dan aktivis partai (PRD). Kau adalah martir perubahan…

Sudjojono

Djadjat Sudradjat
Lampung Post, 5 Mei 2013

BAGI seniman dalam alam ini tak ada yang jelek,? kata August Rodin, pematung Prancis yang kesohor itu. Juga pastilah bagi Soedjojono, legenda seni rupa Indonesia. Ia menjadikan alam (Indonesia) tasik yang tak pernah kering, ibu yang tak pernah sudah melahirkan inspirasi untuk terus mengabadikan semangat Indonesia. Dalam sedu, dalam sedan, dalam ragu, terlebih dalam rasa girang yang penuh. Ia ?penakluk segala cuaca?

Tokoh

Djadjat Sudradjat
Lampung Post, 11 Des 2011

TOKOH tak lahir dari papan reklame. Juga tidak dari lembaga-lembaga adat atau agama, lembaga kemasyarakatan atau institusi niaga, yang menahbiskannya lewat upacara yang takzim di panggung yang bergemuruh dan publikasi yang rancak. Tokoh dengan “T” besar justru kerap lahir dari ruang sepi dan publik tak memahaminya seketika. Ia tak meminta, melainkan memberi. Ia pertama-tama meneguhkan “kehormatan” untuk publiknya, bukan untuk dirinya.