KONFIGURASI PENDIDIKAN DALAM WAYANG

Djoko Saryono *

/1/
Sebagai habitus, arena atau ranah kontestasi kepentingan, kekuatan, dan kekuasaan pendidikan, wayang [sebagai lakon, pertunjukan, dan komunitas] menghadirkan dan mencontohkan konfigurasi pendidikan yang membentuk sebuah corak atau ”mazhab” pendidikan tertentu, yang demi kemudahan dapat disebut corak atau ”mazhab” pendidikan wayang. Di sini timbul pertanyaan: seperti apakah konfigurasi atau karakteristik ”mazhab” pendidikan wayang? Menurut hemat saya, konfigurasi atau karakteristik ”mazhab” pendidikan wayang Jawa sebagai berikut. Continue reading “KONFIGURASI PENDIDIKAN DALAM WAYANG”

PERIHAL ESTETIKA

Djoko Saryono *

Kendati istilah estetika baru dipakai beberapa abad, substansi yang dikandung dan diwadahi oleh istilah tersebut sudah menjadi topik perbincangan yang amat lama, sudah melampaui dua ribu tahun. Kita tahu, istilah estetika diperkenalkan dengan maksud untuk mengurusi perkara keindahan dan pengalaman keindahan beserta segenap pernak-perniknya. Continue reading “PERIHAL ESTETIKA”

DINAMIKA TRANSFORMASI WAYANG JAWA

Djoko Saryono *

Berdasarkan berbagai kajian, amatan, liputan, dan rekaman para pengaji, pemerhati, peliput, dan pencinta wayang [yang dikemukakan secara tertulis, visual, dan disampaikan secara lisan] dapat dikatakan di sini bahwa keberadaan atau kehadiran [eksistensi] wayang sebagai lakon sekaligus seni pertunjukan sudah amat tua [lama] di dalam masyarakat, kebudayaan, dan peradaban Jawa di samping masyarakat, kebudayaan, dan peradaban lain di Indonesia. Dengan kata lain, hidup wayang tergolong sudah demikian panjang. Kehidupan wayang ibarat kehidupan tokoh Rama Bargawa [Rama Parasu]: demikian panjang, tak mati-mati, meski sedih gembira silih berganti. Continue reading “DINAMIKA TRANSFORMASI WAYANG JAWA”

MENYEMAIKAN NILAI-NILAI KEMANUSIAAN

Djoko Saryono *

/1/
Sudah ribuan tahun, agama, filsafat, ilmu dan teknologi, pendidikan, dan lain-lain menjadikan manusia dan kemanusiaan menjadi aksis [poros] ajaran, pemikiran, pendidikan, pengajaran, pengkajian, dan perekayasaan. Sudah jelas, sejak semula kehadiran agama-agama memang bagi manusia, bukan bagi Tuhan, sehingga ajaran dan pemikiran agama-agama selalu berporos manusia dan kemanusiaan. Continue reading “MENYEMAIKAN NILAI-NILAI KEMANUSIAAN”

MENCATAT GERAK HIDUP SASTRA

Djoko Saryono *

Dinamika atau gerak bermakna bisa dijadikan ciri kehidupan dan perkembangan sastra yang sehat. Kita tahu, sastra Indonesia terus hidup-sehat dan berkembang penuh dinamika atau gerak bermakna. Pasalnya, dalam perjalanan kehidupan dan perkembangan itu pelbagai peristiwa, fenomena, dan problematika sastra silih berganti mengemuka di taman-sastra kita. Kadang bertahan lama, kadang biasa-biasa belaka. Kadang-kadang riuh-rendah semarak semisal polemik sastra kontekstual dan pascamodernisme dalam sastra, kadang-kadang gempar-sesaat untuk kemudian lenyap semisal isu sastra wangi dan puisi esai. Continue reading “MENCATAT GERAK HIDUP SASTRA”

Bahasa »