Djoko Saryono *
/1/
Sebagai habitus, arena atau ranah kontestasi kepentingan, kekuatan, dan kekuasaan pendidikan, wayang [sebagai lakon, pertunjukan, dan komunitas] menghadirkan dan mencontohkan konfigurasi pendidikan yang membentuk sebuah corak atau ”mazhab” pendidikan tertentu, yang demi kemudahan dapat disebut corak atau ”mazhab” pendidikan wayang. Di sini timbul pertanyaan: seperti apakah konfigurasi atau karakteristik ”mazhab” pendidikan wayang? Menurut hemat saya, konfigurasi atau karakteristik ”mazhab” pendidikan wayang Jawa sebagai berikut. Continue reading “KONFIGURASI PENDIDIKAN DALAM WAYANG”
