Taman Puisi Gelap Surabaya

S Yoga *
suarakarya-online.com

Tak bisa dipungkiri, bahwasanya puisi gelap begitu marak perkembangannya di Jawa Timur, khususnya di Surabaya. Pengistilahan puisi gelap sendiri masih bisa diperdebatkan lagi, juga mutu puisi tidak terkait dengan istilah puisi gelap atau puisi terang. Istilah ini juga sudah biasa digunakan untuk menyebut kecenderungan puisi-puisi dari penyair komunitas Airlangga. Continue reading “Taman Puisi Gelap Surabaya”

Sastra Indonesia Menutup Abad

Dari Madura ke Pergaulan Dunia

Agus R. Sarjono *
kompas.com

SEBAGAIMANA banyak segi dalam kehidupan di Indonesia, sastra pun memiliki kecenderungan kuat untuk serba memusat. Kecenderungan berkiblat ke pusat itu terlihat dalam banyak segi, baik segi tematik maupun estetik. Tema-tema protes sosial, misalnya, digarap dan ditulis sebagai reaksi dan tanggapan terhadap persoalan-persoalan yang hidup di pusat pemberitaan. Continue reading “Sastra Indonesia Menutup Abad”

Subversivitas Sastra Indonesia Modern

Misbahus Surur*
http://www.jawapos.com/

Betapa kelam yang mengendap dalam labirin peristiwa, kerap melahirkan momentum yang senantiasa ingin dikenang oleh generasi masa kini. Kendati, untuk sungguh-sungguh mencecap pesan sebuah zaman atas sajian ciptaannya, tidaklah mudah. Paling tidak, kita harus rela menghanyutkan diri pada dalamnya senarai ragam peristiwa yang diguratkan oleh sebuah takdir. Continue reading “Subversivitas Sastra Indonesia Modern”

Realitas Psikologis dalam Air Mata Bulan

Musa Ismail
http://www.riaupos.com/

Karya sastra berkait dengan berbagai subdisiplin ilmu lain. Selain sosiologi dan antropologi, kajian terhadap produk sastra juga tidak bisa lepas dari aspek psikologis.

Hal ini dikarenakan medium sastra, yaitu bahasa, merupakan cerminan ekspresi kejiwaan pengarang. Di sisi lain, tokoh-tokoh yang terlahir dalam karya sastra, seperti novel, akan memancarkan aspek-aspek psikis dalam interaksi kehidupan dunia sastra. Continue reading “Realitas Psikologis dalam Air Mata Bulan”

Puisi, Cakram Emosi

Fariz al-Nizar*
http://forum-sastra-lamongan.blogspot.com/

Adalah sastra, sebuah jalan yang digadang-gadang untuk mengheningkan diri seorag selain mistisme atau tasawwuf tentunya. penyair ghalibnya banyak yang mengekspresikan kalbunya lewat goresan pena. Sajak, puisi dan juga proisi ?meminjam istilahnya Emha Ainun Nadjib yang menemai tulisannya dengan terminologi tersebut yaiu persetubuhan antara prosa dan juga puisi sekaligus- dan juga syair. Continue reading “Puisi, Cakram Emosi”

Bahasa ยป