Sampakan, Penolakan Identitas Estetik

Satmoko Budi Santoso
kr.co.id

Jika Albert Camus punya postulat “pemberontakan itu kreatif”, maka saya, dalam penggarapan pementasan kali ini punya satu pernya taan sekaligus pertanyaan, “Meniru itu kratif?”

Pertanyaan di atas dilontarkan Marhalim Zaini, sutradara pementasan lakon Pensiunan karya Heru Kesawa Murti, dalam leaflet pertunjukan yang digelar di Auditorium Jurusan Teater Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta, 2 Juni 2001 silam. Continue reading “Sampakan, Penolakan Identitas Estetik”

PENYUNTINGAN: SENI PERMAINAN BAHASA DAN LOGIKA

Maman S. Mahayana
http://mahayana-mahadewa.com/

Teknik penyuntingan sesungguhnya laksana sebuah seni permainan bahasa. Ia mengolah dan mengutak-atik satuan bahasa dari soal tanda baca hingga wacana; dari soal ?keranjang sampah? sampai ?logika benang merah?. Dalam hal ini, pekerjaan penyunting mencakup, antara lain, perbaikan ejaan dan tanda baca, pelurusan kalimat dan logika, dan pengolahan alinea; Continue reading “PENYUNTINGAN: SENI PERMAINAN BAHASA DAN LOGIKA”

Kajian Sastra dalam Masyarakat Indonesia

Aprinus Salam *
jawapos.com

Dalam sejumlah kesempatan, sering muncul pertanyaan apa hubungan kajian sastra dengan masalah-masalah yang dihadapi masyarakat Indonesia? Pertanyaan tersebut tentu perlu mendapat tanggapan serius, bukan saja berkaitan dengan relevansi kajian sastra terhadap masyarakat, melainkan pula terhadap orientasi dan masa depan ilmu dan kajian sastra itu sendiri. Continue reading “Kajian Sastra dalam Masyarakat Indonesia”

Perihal Puisi Cerdas

Ribut Wijoto *
surabayapost.co.id

Ada semacam ungkapan, penulis mendapatkannya dari cerpenis asal Kediri, S. Jai, “banyak orang memiliki gagasan besar, dan sedikit orang yang mampu menuliskan kebesaran gagasannya”. Orang lain tidak bisa mengetahui gagasan besar seseorang oleh sebab bahasa yang diungkapkan tidak mengabarkan kekuatan gagasan besar. Bahasa dengan gagasan besar sama seperti puisi yang cerdas. Tidak saja secerdas penciptanya, penyair, malah lebih cerdas lagi. Continue reading “Perihal Puisi Cerdas”

Tubuh Manusia dalam Puisi

Indra Tjahyadi *
lampungpost.com

MAKIN kemari, sastra kita, rupa-rupanya, makin disibukkan gagasan-gagasan mengenai tubuh. Hal ini tidak hanya menjangkiti novel atau cerpen-cerpen kita kini, akan tetapi juga puisi-puisi.

Begitu juga yang terjadi dalam puisi. Semisal puisi-puisi karya Binhad Nurrohmat dalam kumpulan puisinya yang berjudul Kuda Ranjang (Melibas, 2004). Pada kumpulan puisinya tersebut, secara sadar, Binhad menempatkan gagasan tubuh manusia menjadi semacam penggerak utama puisinya. Tengok saja larik-larik puisinya yang berjudul “Bunting” (2004: 28–29). Continue reading “Tubuh Manusia dalam Puisi”

Bahasa ยป