Yang Berumah di Tepi Air

Ignas Kleden
majalah.tempointeraktif.com

GENERASI pendiri republik ini, yaitu para bapak bangsa, dikenal sebagai orang yang sangat terdidik dan terpelajar. Mereka bisa disejajarkan dengan kaum terpelajar di negeri lain mana pun pada masa itu, baik di negara berkembang maupun di negara maju. Tapi pembawaan tiap orang telah membuat mereka masing-masing menghayati keterpelajarannya dengan cara yang khas, yang sedikit berbeda satu dan yang lainnya. Continue reading “Yang Berumah di Tepi Air”

Terpikat Rumi 8 Abad…

Binhad Nurrohmat
http://www.korantempo.com/

Dan bila Dia menutup semua jalan dan celah di hadapanmu – Dia akan menunjuk satu setapak rahasia yang tak seorang pun tahu! (Jalaluddin Rumi, Diwan-Syamsi-Tabriz, 765)

Juru bicara terpenting dan tersohor dari Barat mengenai mistikus-penyair Jalaluddin Rumi, Annemarie Schimmel, pernah menulis: “Tidakkah aneh, mistikus abad ke-13 dari Balkh, yang bekerja di Anatolia dan terpukau kekuatan cinta mistis yang nyaris tak mungkin dibayangkan, bisa relevan dengan manusia modern abad ke-20?” Bagi Schimmel, Rumi telah mencurahkan banyak petunjuk untuk kehidupan kita melalui pancaran filosofis puisinya. Continue reading “Terpikat Rumi 8 Abad…”

PEREMPUAN DALAM NOVEL PEREMPUAN

Maman S. Mahayana *

“Kebangkitan Novelis Pria” demikian judul berita Harian Republika yang mewartakan pengumuman Sayembara Novel Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) 2006 (18 Maret 2007, hlm. B10). Rupanya, judul berita itu hendak menegaskan kembali pernyataan Ketua DKJ, Marco Kusumawijaya, “Kenyataan ini sekaligus menepis anggapan masa depan sastra Indonesia berada di bawah dominasi penulis perempuan.” Sebelumnya, harian Seputar Indonesia (11 Maret 2007, hlm. 13), menulis judul “Jeda Dominasi Sastra Hawa” yang pemberitaannya tidak jauh berbeda. Continue reading “PEREMPUAN DALAM NOVEL PEREMPUAN”

Bahasa ยป