Jalan Simpang Kritik Sastra di Jawa Timur (Juga Indonesia)

Mashuri

“Seorang kritikus sastra adalah seorang sastrawan yang gagal,” demikian pernyataan seorang pesastra Surabaya yang menjadi moderator dalam sebuah bedah buku di TB Gramedia, Delta Plaza, beberapa waktu lalu. Pernyataan itu menerbitkan sebuah tanya sekaligus renungan yang dalam. Apalagi ‘ekologi’ sastra di Jawa Timur terbilang timpang, di mana porsi produk karya tak seimbang dengan kritik sastra. Continue reading “Jalan Simpang Kritik Sastra di Jawa Timur (Juga Indonesia)”

Catatan Kaki dari Castro

Bernando J. Sujibto *

“Jika Tuan Kennedy tidak senang sosialisme, kami juga tidak senang dengan imprealisme, dengan kapitalisme!” (Fidel Castro, 1961)

Akhir-akhir ini saya tiba-tiba merindukan sosok macam Castro. Entah kenapa kerinduan kepada sosok yang satu ini begitu garang, terutama di tengah kondisi sosial-ekonomi bangsa dan negara kita yang semakin ’lancip’ ini. Saya selalu berpikir bagaimana kalau orang sekuat dan segigih dia dalam ’berjihad’ demi rakyatnya ada di Indonesia. Jelas ceritanya akan berbeda. Sosok macam dia yang rela menggadaikan darahnya demi masa depan negara dan bangsanya adalah suatu cita-cita yang ’tidak ada’ lagi di tanah air ini. Continue reading “Catatan Kaki dari Castro”

Bahasa »