MITOS KECEMASAN

Taufiq Wr. Hidayat

Pada suatu malam, tatkala lampu-lampu di sebuah kota dinyalakan—tak akan disebutkan di mana kota yang dicekam malam itu dalam esai ini, ketakutan datang bagai dari zaman purba. Lampu-lampu menyala tanpa siapa-siapa. Ketakutan dan kekhawatiran itu memasuki rumah-rumah, perkantoran, perhotelan, tempat-tempat yang biasa disinggahi orang, sarana-sarana transportasi. Continue reading “MITOS KECEMASAN”

GERAKAN LITERASI

Djoko Saryono *

/1/
Kita sebagai manusia terdidik sudah sering mendengar istilah melek aksara, keberaksaraan, kemahirwacanaan, dan literasi. Keempat istilah tersebut pada dasarnya berpadanan dan berkemiripan makna karena ketiga istilah pertama merupakan usaha mengindonesiakan istilah literacy. Namun, seriring dengan perkembangan waktu, sekarang istilah literacy diadaptasi menjadi literasi dalam bahasa Indonesia. Continue reading “GERAKAN LITERASI”

PENDIDIKAN KITA SEKARANG:

HOMONISASI-HUMANISASI HILANG, FABRIKASI-KORPORATISASI TERBILANG
Djoko Saryono *

/1/
Apakah tujuan utama pendidikan? Membentuk manusia utama atau insan kamil yang luhur-mulia-bermartabat merupakan tujuan utama-ideal pendidikan di berbagai budaya dan negara sejak dulu sampai sekarang. Manusia utama atau insan kamil itu dapat terbentuk bila pendidikan berfungsi dengan tepat. Continue reading “PENDIDIKAN KITA SEKARANG:”

Standar Karakter Cerpen Koran

Membaca Cerpen Aan Haryono
Ribut Wijoto

Sejak tahun 1960-an, cerita pendek (cerpen) tumbuh berkembang pesat di Indonesia. Pertumbuhan ini tidak lepas dari peran media massa, utamanya koran, yang hampir tiap minggu menyediakan halamannya untuk dipajangi cerpen. Karakter cerpen pun bermetamorfosis. Mengalami perubahan. Pada zaman Idrus, cerpen bisa sangat panjang. Tak hanya jumlah halaman, struktur cerpen berangsur-angsur berubah. Mungkin disebabkan termuat di koran, karakter cerpen terlihat seperti mengikuti karakter koran. Continue reading “Standar Karakter Cerpen Koran”

POLA MEMBACA SASTRA

Djoko Saryono *

/1/
Sejak kapankah sastra hadir dalam kehidupan manusia? Ini pertanyaan klasik yang jelas-jelas membosankan. Tetapi terus muncul karena tidak ada jawaban yang pasti. Berdasarkan tradisi lisan dan peninggalan naskah yang ada, secara hipotetis dapat dikatakan bahwa sejak abad-abad Sebelum Masehi sastra sudah hadir dalam kehidupan manusia. Kalau naskah epik wiracarita Gilgamesh dari Sumeria/Mesopotamia dijadikan titik tolak, paling tidak karya sastra sudah hadir abad ke-30 Sebelum Masehi. Continue reading “POLA MEMBACA SASTRA”

Bahasa ยป