Arswendo “Si Istimewa” Sastra

Bandung Mawardi *
detikNews, 20 Jul 2019

Dulu, bocah-bocah di Indonesia diajari keranjingan membaca majalah (Si Kuntjung, Kawanku, Bobo, Ananda) dan buku-buku dari pelbagai penerbit. Masa lalu bergelimang cerita. Pada masa 1980-an, bocah-bocah yang membaca Majalah Kawanku biasa “bersantap” cerita-cerita dari para pengarang tenar. Cerita dianggap pilihan untuk dinikmati bocah. Di Kawanku edisi 13-19 Mei 1983 tersaji alinea: “Dia memang istimewa. Biar diejek, diledek, dibuat tertawaan, ia tetap si Dul. Seperti juga traktor, ia terus jalan, terus melindas, tidak peduli apa yang ada di depannya.” Alinea dalam cerita berjudul Si Dul Istimewa gubahan Arswendo Atmowiloto. Tokoh di cerita adalah Dul, menjadikan diri tokoh panutan bagi anak-anak. Continue reading “Arswendo “Si Istimewa” Sastra”

ANDAI KAZUO ISHIGURO SEORANG PEREMPUAN

Anindita S. Thayf
Minggu Pagi, IV/Feb/2018

Beberapa bulan lalu, seorang pengarang laki-laki kelahiran Jepang berkewarganegaraan Inggris, Kazuo Ishiguro, terpilih sebagai peraih penghargaan Nobel Sastra 2017. Sebagaimana biasa, kemenangan ini memicu banyak pertanyaan tentang seberapa hebat karya Ishiguro hingga mampu mengalahkan para pesaingnya. Namun, tidak ada satu pun yang melempar tanya, “Bagaimana seandainya Ishiguro seorang perempuan?” Meski tampak sepele dan seakan tidak berkaitan langsung dengan Nobel, pertanyaan ini penting sebab bisa membuka pandangan seputar posisi pengarang perempuan di atas panggung sastra dunia. Continue reading “ANDAI KAZUO ISHIGURO SEORANG PEREMPUAN”

Bahasa ยป