Tag Archives: Esai

Membongkar Realitas Santri

Achmad Faesol *
Radar Madura, 22 OKt 2017

SEJAK dua tahun lalu, 22 Oktober diabadikan sebagai Hari Santri. Pemilihan tanggal ini karena 22 Oktober 1945 KH Hasyim Asy’ari mengeluarkan fatwa nasional yang dikenal dengan Resolusi Jihad. Seruan inilah yang pada akhirnya membakar semangat juang kaum santri untuk memberikan perlawanan luar biasa pada Belanda di Surabaya.

Sejarah Awal Sastra NTT

Yohanes Sehandi *
Flores Pos (Ende), 10 Mar 2015

Sastra NTT yang kini mulai dikenal luas memiliki sejarah yang panjang. Sejarah panjang sastra NTT itu diketahui setelah dilakukan pelacakan sejarah awal kelahiran, pertumbuhan, dan perkembangannya sampai dengan tahun 2015 ini.

Dewi Sri dalam kaitannya dengan Upacara Bersih Desa

Tulus S

Dewi Sri sebagai Dewi Padi yang merupakan lambang”kebahagiaan dan kesuburan”tertulis dalam serat Ila-ila. Mitos Dewi Sri sangat erat dengan kehidupan masyarakat agraris yang sangat mendambakan “kesuburan”. Masyarakat Jawa memanisfestasikan mitos Dewi Sri dengan ritual dalam bersih desa. Bersih desa yang dilaksanakan setelah usai panen mempagelarkan wayang purwa lakon Sri Sadana atau Sri Mulih tidak lain sebagai lambang dan harapan akan kesuburan.(Kumala;2010;116).

Peneliti Lokal Versus Peneliti Asing

Yusri Fajar *
KOMPAS, 17 Mei 2013

Berita di Kompas edisi 16 Maret lalu tentang dominasi peneliti asing dalam penelitian wayang golek dan wayang cepak di Jawa Barat menarik perhatian.

Dalam berita itu, Endo Suanda, Direktur Yayasan Seni Tikar, mengatakan, banyak peneliti lokal tak didukung data lengkap sehingga hanya membahas permukaan. Lili Suparli, dosen STSI Bandung, juga dalam berita itu mengatakan, peneliti asing unggul karena mereka memiliki bekal metode penelitian yang lumrah terjadi di negara asalnya sejak ratusan tahun lalu.

Membentuk Jiwa Bangsa Melalui Sastra

M Khoirul Anwar KH *
Radar Cirebon, 20 Apr 2017

Art is a lie that reveals the truth,
(Charles Dickens).
MEMBACA geliat literasi yang mulai tumbuh belakangan ini, imajinasi penulis seperti diajak bertamasya ke labirin masa lalu. Labirin yang mengetengahkan betapa daerah pesisir ini mempunyai tradisi literasi yang amat panjang dan dahsyat. Labirin yang membuat penulis memahami fakta sejarah bahwa Cirebon, tempat penulis lahir dan tumbuh, tidak melulu dibangun dari sisa-sisa adab pelabuhan dan perdagangan, tapi juga dari peradaban literasi yang sanggup menenun sejarah hingga bisa kita baca dan khidmati sampai detik ini. Di sini.