Posted by PuJa on May 20, 2012
Indra Tranggono * Kompas, 29 Maret 2009 SETIDAKNYA sejak era 1980-an, tanpa sadar, ”kita” menyelenggarakan ”perkabungan” kebudayaan atas ”terbunuhnya” kultur tatap muka. ”Kita” makin kesulitan untuk bertemu, berdialog secara intens, saling menyelami batin, mencium bau keringat, dan mengenali kemanusiaan dalam sebuah ruang sosial yang kondusif. ”Kita” mengalami keterasingan: kesendirian pun telah mengkristal menjadi kesunyian.
Filed under: Esai
Posted by PuJa on
Fransisca Dewi Ria Utari Jurnal Nasional, 29 Maret 2009 DALAM buku Demonstran Sexy, Binhad Nurrohmat melawan kecenderungan puisi mutakhir. Sebagai bagian dari karya seni yang diciptakan manusia, sastra tidak pernah kehilangan persediaan persoalan untuk diungkapkan. Sepanjang manusia tetap ada, sastra akan tetap muncul sebagai bagian dari perjalanan sejarah manusia. Namun sejarah juga mencatat beragam perubahan [...]
Filed under: Esai
Posted by PuJa on May 19, 2012
Susandro http://www.harianhaluan.com/ REALITAS TEATER PADANG PANJANG Perhelatan dalam memperingati Hari Teater Sedunia yang bertajuk ‘Panggung Publik Sumatera; Menjamu Penonton di Ruang Publik’, diselenggarakan di Kota Padang Panjang tepatnya di gedung M. Syafei pada tanggal 26-27 Maret 2012 oleh komunitas-komunitas teater di Padang Panjang, telah usai.
Filed under: Esai
Posted by PuJa on
Muhammad Ridwan http://ridwanmandar.com/ Entah umur berapa saya mengenal Flamboyant. Pastinya sewaktu saya masih SD. Tak jauh dari rumah saya, tepatnya di loteng perumahan Imam Masjid Raya Al Hurriyyah Tinambung, saya sering lihat beberapa pemuda latihan seni. Kebetulan beberapa kerabat dan tetangga saya juga ikut beberapa kegiatan Flamboyant. Seperti almarhum Suharto, akrab dipanggil Atto’. Masih muda [...]
Filed under: Esai
Posted by PuJa on
Harry Susilo Oase Kompas, 1 Mei 2012 Have you ever wondered As we pick up the dead, heavy Weight of the ugly brutal past That threatens to suffocate us Pernahkah kau bertanya Saat kita mengangkat mayat, beban Kekejaman masa lalu yang suram dan brutal Masa lalu yang mencekik kita
Filed under: Esai
Posted by PuJa on
Udo Z. Karzi Lampung Post, 29 Mei 2005 KILU mahap jama sunyin ni (maaf kepada semuanya). Saya memang sengaja membuat judul esai ini seperti ini. Dalam bahasa ibu saya, Lampung, api muneh (saya pinjam istilah ini dari si empunya kolom, Juwendra Asdiansyah) itu artinya “apa pula”. Agak sedikit nyeleneh. Sebenarnya, ini otokritik buat saya sendiri. [...]
Filed under: Esai
Posted by PuJa on
Muhammad Subhan *) http://www.kompasiana.com/muhammadsubhan Kalaulah ada guru yang suka menebarkan “virus menulis” maka dialah Irzen Hawer namanya, guru Bahasa dan Sastra Indonesia SMA Negeri 1 Batipuh, Tanahdatar, Sumatera Barat. Cobalah bayangkan, dalam waktu dua tahun (2009-2010) beliau telah merampungkan empat buah novel dengan ketebalan antara 250-300an halaman. Berarti dalam setahun dua novel ditulisnya. Ini luar [...]
Filed under: Esai
Posted by PuJa on May 18, 2012
Zuriati http://zuriati.wordpress.com/ Sandhyakala ning Majapahit (selanjutnya disebut SNM) merupakan sebuah drama yang ditulis berdasarkan cerita karya sejarah (tentang Kerajaan Majapahit) oleh Sanoesi Pane. Hal itu diungkapkan dengan jelas pada bagian awal, yaitu bagian ‘Kata Bermula’ dalam naskah tersebut. Di situ diungkapkan bahwa cerita tersebut ditulis berdasarkan berita dalam Serat Kanda, Damar Wulan, Pararaton, dan Nagarakrtagama. [...]
Filed under: Esai
Posted by PuJa on
B. Fariz J. M. Misbah, M.Pd. http://fariz-misbah.blogspot.com/ Siapa yang tidak kenal Sang ”pencemooh” A.A. Navis? Siapa yang tidak tahu cerita pendek (cerpen) fenomenalnya yang berjudul ”Robohnya Surau Kami”? Dalam pelajaran bahasa Indonesia di SMP dan SMA, khususnya dalam materi sastra, apabila diteliti, hampir semua penulis buku paket mencantumkan saduran cerpen Robohnya Surau Kami dalam bukunya.
Filed under: Esai