Anjrah Lelono Broto *
Masih hangat di telinga kita ketika seorang fungsionaris parpol tertentu melansir puisi tentang lawan politiknya. Puisinya kurang mendapatkan tanggapan serius dari yang bersangkutan, justru para simpatisannya membalas dengan beberapa judul puisi. Fenomena seperti ini bisa jadi pemandangan tak lazim bagi politisi di tanah air, namun sejatinya tipis batas antara sejarah berikut pelaku-pelaku yang terpahat di dalamnya dengan karya-karya sastra. Jacob Soemardjo (1997) menyatakan bahwa sejak manusia mengenal bahasa ternyata mmanusia telah “menyukai” sastra. Rasa suka ini pula yang membuat kehidupan lantas menjadi berwarna. Tangga dramatik kehidupan menjadi inspirasi karya sastra, begitu pula sebaliknya. Continue reading “Karya Sastra Sejati”


