Mengembangkan Teori Sastra Melalui Alam Semesta

Elsa Vilinsia Nasution *

Membahas tentang sastra memang tidak ada ujungnya. Bisa kita ketahui berdasarkan kesepakatan bahwa sastra mengandung kebebasan dalam berimajinasi. Apakah teori sastra selalu berkaitan dengan puisi? Karya sastra, prosa rekaan, kajian sastra, pendidikan, sastrawan, pembaca, psikologis, sosiologis dan alam semesta? Jawabannya, ia. Continue reading “Mengembangkan Teori Sastra Melalui Alam Semesta”

DI SINI

(Lukisan karya Rachman Efendi, dengan judul Semar).
Taufiq Wr. Hidayat *

Tetapi percintaan selalu ingin kekal. Ia menolak usia. Tak ingin dikalahkan kefanaan yang niscaya. Bagai syair manis yang dinyanyikan seorang penyanyi asal Semarang, Jawa Tengah, Daniel Sahuleka, pada 1979. Continue reading “DI SINI”

DUNIA KETIGA

(Esai untuk Ulang Tahun Dr Ignas Kleden, 1948-19 Mei-2013)
Gusti Tetiro

I

Saya hampir yakin bahwa ketika kita mendengar atau membaca istilah ‘dunia ketiga’, pikiran kita pertama-tama akan terarah pada istilah untuk menggambarkan negara-negara tertinggal atau yang dalam istilah orde baru: lepas landas. Indonesia dan beberapa negara lainnya pernah disebut sebagai dunia ketiga. Mungkin sampai saat ini dengan istilah lain. Continue reading “DUNIA KETIGA”

KOTA KECEMASAN

Taufiq Wr. Hidayat *

Ada puisi yang mengusung diksi atau metafora kesepian, keperihan, dan patah hati. Ada kenangan, wajah-wajah datang, meleleh di permukaan air sungai usia, menghanyutkan sehelai hati manusia ke lautan.

Keperkasaan waktu pada dinihari ditundukkan perempuan-perempuan baya yang membawa sayur-mayur dari tempat-tempat jauh. Mereka datang bagai mengepung kota yang sedang lelap, lengah dalam senyap, bersama beban-beban, bersama kereta, hingga senja. Hingga segala lelah cuma lelucon belaka. Continue reading “KOTA KECEMASAN”

Bahasa »