Dewi Sri dalam kaitannya dengan Upacara Bersih Desa

Tulus S

Dewi Sri sebagai Dewi Padi yang merupakan lambang”kebahagiaan dan kesuburan”tertulis dalam serat Ila-ila. Mitos Dewi Sri sangat erat dengan kehidupan masyarakat agraris yang sangat mendambakan “kesuburan”. Masyarakat Jawa memanisfestasikan mitos Dewi Sri dengan ritual dalam bersih desa. Bersih desa yang dilaksanakan setelah usai panen mempagelarkan wayang purwa lakon Sri Sadana atau Sri Mulih tidak lain sebagai lambang dan harapan akan kesuburan.(Kumala;2010;116). Continue reading “Dewi Sri dalam kaitannya dengan Upacara Bersih Desa”

Peneliti Lokal Versus Peneliti Asing

Yusri Fajar *
KOMPAS, 17 Mei 2013

Berita di Kompas edisi 16 Maret lalu tentang dominasi peneliti asing dalam penelitian wayang golek dan wayang cepak di Jawa Barat menarik perhatian.

Dalam berita itu, Endo Suanda, Direktur Yayasan Seni Tikar, mengatakan, banyak peneliti lokal tak didukung data lengkap sehingga hanya membahas permukaan. Lili Suparli, dosen STSI Bandung, juga dalam berita itu mengatakan, peneliti asing unggul karena mereka memiliki bekal metode penelitian yang lumrah terjadi di negara asalnya sejak ratusan tahun lalu. Continue reading “Peneliti Lokal Versus Peneliti Asing”

Membentuk Jiwa Bangsa Melalui Sastra

M Khoirul Anwar KH *
Radar Cirebon, 20 Apr 2017

Art is a lie that reveals the truth,
(Charles Dickens).
MEMBACA geliat literasi yang mulai tumbuh belakangan ini, imajinasi penulis seperti diajak bertamasya ke labirin masa lalu. Labirin yang mengetengahkan betapa daerah pesisir ini mempunyai tradisi literasi yang amat panjang dan dahsyat. Labirin yang membuat penulis memahami fakta sejarah bahwa Cirebon, tempat penulis lahir dan tumbuh, tidak melulu dibangun dari sisa-sisa adab pelabuhan dan perdagangan, tapi juga dari peradaban literasi yang sanggup menenun sejarah hingga bisa kita baca dan khidmati sampai detik ini. Di sini. Continue reading “Membentuk Jiwa Bangsa Melalui Sastra”

Sastra dan Biografi Kekuasaan Raja-raja Nusantara

Fathan Mubarak *
Radar Cirebon, 19 Sep 2017

KERAJAAN-kerajaan di dunia lahir dan dibesarkan oleh sastra. Bentangan sejarah politik dari jaman Mesir Kuno di Afrika hingga Mataram di Solo dan Jogja, senantiasa mempertontonkan silang sengkarut suksesi dan legitimasi. Di sana, kekuasaan seperti sebuah kubah yang berdiri di puncak bangunan sistem kepercayaan setiap masyarakatnya. Dan perjumpaan teks-teks kekuasaan dengan mereka yang dikuasai, hingga bagaimana teks masuk dan memengaruhi, semua ”diurus” oleh sastra. Continue reading “Sastra dan Biografi Kekuasaan Raja-raja Nusantara”

Bahasa »