Narasi Sufisme dan Estetika Lokal

Shofiyatuz Zahroh *

Home

Kisah tentang sufisme menjadi semacam virus dan anti klimaks. Perjalanan kesufian dari waktu-kewaktu ter-remajakan oleh intuisi yang memiliki akselerasi tinggi untuk mencapai dimensi rasa paling hakiki. Pesona sufisme mejadi semacam kegandrungan tersendiri kemudian bagi para ulama yang penyair, untuk menggemburkan narasi sufisme itu dalam sebuah ulasan singkat atau pun cerita pendek, sebagai langkah plastis untuk mentransvaluasi nilai transendensi yang tidak terjebak pada mistisisme dan absurdisme yang mengada-ada. Continue reading “Narasi Sufisme dan Estetika Lokal”

Menggeramkan “Cantik Itu Luka”

Bambang Kariyawan Ys
riaupos.co

Tulisan ini diawali ketika membaca berita bahwa novel Cantik itu Luka karya Eka Kurniawan mendapat penghargaan internasional. Terbayang kembali pada tahun 2002 penulis pernah membaca novel ini ketika pertama kali terbit oleh Penerbit Jendela dan Akademi Kebudayaan Yogyakarta. Saat selesai membaca novel tersebut dan berdiskusi sesama pembaca terjadi pro kontra. Ada pembaca yang pencinta sastra mengatakan bahwa novel ini dahsyat. Namun ada pembaca lain yang mengatakan jangan membaca novel tersebut. Rusak pikiran kita, apalagi kalau anak-anak remaja yang membaca, bahaya! Mengapa dilarang dan berbahaya membacanya?! Pasti ada sesuatu. Continue reading “Menggeramkan “Cantik Itu Luka””

Kritik Sastra Indonesia Mencari Kambing Hitam

Yohanes Sehandi *
Flores Pos (Ende), 19 Agus 2017

Judul opini ini sama persis dengan judul buku antologi kritik sastra yang diluncurkan pada Musyawarah Nasional Sastrawan Indonesia (Munsi) ke-2 di Hotel Mercure Ancol, Jakarta, pada 18-20 Juli 2017 lalu. Editor buku kritikus Maman S. Mahayana, diterbitkan Badan Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI. Continue reading “Kritik Sastra Indonesia Mencari Kambing Hitam”

Bahasa »