Bahasa Kedua

Dian Anggraini *
Lampung Post, 25 Agu 2010

Jika Anda menonton film Obama Anak Menteng yang diputar di bioskop bulan lalu, mungkin perhatian kita tertuju pada pemeran Barry Soetoro atau Obama kecil. Sosok kecil pemeran presiden ke-44 Amerika itu sangat piawai berakting dan fasih berbahasa Inggris. Rasa penasaran itu membuat saya mencari tahu siapakah dia. Continue reading “Bahasa Kedua”

Petjoek

Agus R. Sarjono
Majalah Tempo, 25 Jan 2010

Bahasa Indonesia pada dasarnya adalah bahasa yang kaku, agak formalistik, dan kurang santai. Pada era Orde Baru, bahasa Indonesia yang tak santai ini makin gerah karena dibebani feodalisme yang membedakan penggunaan bahasa bagi mantan menteri dengan bagi bekas tukang parkir, mantan pejabat dengan bekas penjahat. Srimulat selalu menggunakan campuran bahasa daerah dalam banyolan mereka untuk menciptakan suasana santai. Kalau ingin memancing tawa, mereka menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, karena di tangan mereka, formalitas bahasa Indonesia jadi benar-benar menggelikan. Continue reading “Petjoek”

Pinurbo Memeluk Agama

Samsudin Adlawi *
Majalah Tempo, 2 Mei 2016

Manusia religius lazimnya memiliki kecenderungan untuk bisa sedekat mungkin dengan Tuhan, terutama ketika menjalankan ritual berdoa. Hal itu wajar. Sebab, dalam pendekatan ilmu bahasa, antara Tuhan dan manusia sebagai ciptaan-Nya memang sangat dekat. Keduanya berasal dari satu akar kata dalam bahasa Arab yang sama, yakni khalaqa. Dari khalaqa berkembang kata Khaliq (pencipta). Dalam ejaan Indonesia ditulis “Khalik” dengan huruf “K” menggunakan huruf kapital karena merupakan sebutan untuk Tuhan. Di depan kata “Khalik” biasanya didahului dengan kata “Sang”. Dari khalaqa juga lahir kata “makhluk” (ciptaan/yang diciptakan). Continue reading “Pinurbo Memeluk Agama”

Bahasa »