Matinya Genre Sastra Kritis

Jafar Fakhrurozi
kawanmalaka.wordpress.com

Membaca tulisan saudara dosen Aprinus Salam (AS) yang berjudul Sastra dan Penafsiran Ideologis di Jawa Post, Minggu (09/11), di mana di mata AS, kajian-kajian sastra kini seakan menjauhkan diri dari kacamata ideologis. Hal itu dianggap kontraproduktif dengan realitas sosial Indonesia yang dilanda berbagai krisis. Continue reading “Matinya Genre Sastra Kritis”

Kritik Sastra Sampul Belakang

Veven Sp Wardhana
Kompas, 27 Jan 2013

Tidak jelas, atau setidaknya saya tak punya catatan, sejak kapan buku sastra—prosa ataupun puisi—menyertakan beberapa komentar dari orang-orang yang dianggap bisa mengatrol isi buku tersebut.

Komentar yang biasa dimuat di halaman sampul belakang tersebut dikenal dengan sebutan endorsement (dukungan; endorse: mengesahkan) atau blurp (entah apa artinya dalam bahasa Indonesia). Yang paling saya ingat, cetakan kedua novel Burung-burung Manyar (1981) karya YB Mangunwijaya menyertakan komentar Subagio Sastrowardoyo, Th Rahayu Prihatmi, Satyagraha Hoerip, dan entah siapa lagi. Continue reading “Kritik Sastra Sampul Belakang”

DUNIA PENULIS YOGYAKARTA

M.H. Abid *
https://komunitassastra.wordpress.com

Dialog on-air Jogja Realitas yang digelar Radio Eltira FM pada 23 Maret 2007 lalu mengangkat topik “Jogja Kota Buku”. Dialog tersebut menghadirkan pihak penerbit, distributor, dan toko buku—pihak yang dianggap menunjang konsep Kota Buku. Sayang, selain tidak dihadirkan, pihak penulis dan dunia kepenulisan di Yogyakarta tidak disinggung dalam dialog itu. Continue reading “DUNIA PENULIS YOGYAKARTA”

DARI DISKUSI PENTAS DUA BAHASA;

TEATER TIDAK ADA KETIKA NASKAH DIBACA
Acep Iwan Saidi *
Pikiran Rakyat, 12 Jan 1997

Beberapa waktu lalu, (24/12/1997), Gelanggang Seni Sastra Teater dan Film (GSSTF) Unpad bekerjasama dengan Jurusan Sastra Inggris Fakultas Sastra Unpad menyelenggarakan pementasan teater dalam dua bahasa. Naskah yang dipentaskan adalah Purgatory karya W.B. Yeats (dalam bahasa Inggris oleh Sastra Inggris) dan Arwah-arwah (dalam bahasa Indonesia oleh GSSTF) yang diadaptasi Suyatna Anirun dari Purgatory. Continue reading “DARI DISKUSI PENTAS DUA BAHASA;”

Bahasa »