Cerpen Gelap di Lembaran Sastra

Maria Magdalena Bhoernomo
Suara Karya, 5 Okt 2013

BEBERAPA guru yang mengaku pencinta cerpen di sejumlah lembaran sastra, kerap mengeluh dan bingung saat membaca cerpen-cerpen karya penulis – yang sebelumnya dikenal sebagai penyair – yang dianggapnya sebagai cerpen gelap. Kata mereka, penulis-penulis cerpen gelap terlalu mempermainkan kata, sehingga lupa memenuhi kaidah sastra yang ada. Yang dimaksud kaidah sastra adalah rumusan teori mengenai plot, alur, penokohan, latar, managemen konflik, klimaks atau anti klimaks, sebagaimana yang diajarkan di sekolah. Continue reading “Cerpen Gelap di Lembaran Sastra”

ZIARAH SASTRA DI BALIK PENGANUGERAHAN SANG HYANG KAMAHAYANIKAN AWARD UNTUK S.H. MINTARJA

Zhaenal Fanani *
kiainyentrik.blogspot.com

Borobudur Writers & Cultural Festival, 29 – 31 Oktober 2012, telah usai. Perhelatan agung para penulis cerita silat dan sejarah nusantara itu berlangsung gayeng, melo dramatis dan sesekali galau. Dan terlepas dari apresiasi yang harus dialamatkan kepada pihak penyelenggara, penggagas dan para kreator di balik acara tersebut, sebagai sebuah acara tentu ada beberapa hal yang ‘ketlingsut’. Continue reading “ZIARAH SASTRA DI BALIK PENGANUGERAHAN SANG HYANG KAMAHAYANIKAN AWARD UNTUK S.H. MINTARJA”

Membaca Novel “THE SOLOMON TEMPLE”

Bayu Ambuari *
akar-akal.blogspot.com

Ketika pertama kali saya membaca tulisan “The Solomon Temple” yang tertera pada sampul novel maka seketika itu pula pikiran saya mengarah pada sebuah tema yang luas, lintas agama (Yahudi, Nasrani dan Islam). Dan kata tambahan ‘Memburu Dua Pusaka Illuminati’ telah “mempersempit” ruang lingkup pembahasan yang akan dibahas dalam novel ini. Continue reading “Membaca Novel “THE SOLOMON TEMPLE””

Sastra Klasik Zaman Kini

Evi Melyati
Suara Karya, 28 Sep 2013

Karya sastra dalam pergaulan masyarakat modern dewasa ini bisa disebut karya yang tertata apik dalam bahasa yang indah. Tak heran jika sastra jawa klasik tak hanya mengutamakan isi, tetapi keindahan bahasa juga menjadi perhatian sang pujangga. Karya sastra Jawa yang terlahir melalui pengolahan rasa dan laku tapa, disebut sebagai sastra adiluhung atau sastra yang memiliki tingkat apresiasi tinggi. Continue reading “Sastra Klasik Zaman Kini”

Bahasa »