Novel Rinai Kabut Singgalang, Mendekatkan Sastra Lewat Televisi *

Gola Gong **

KETIKA saya membaca “Rinai Kabut Singgalang” (Rahima Intermedia, Januari 2011) karya Muhammad Subhan, langsung teringat sinetron. Ini bahan baku yang bagus untuk membuat sinetron, karena sangat cocok dengan selera pemirsa TV di negeri ini, yang senang dengan kisah mengharu biru. Di dalam dunia sinetron, ada istilah “soap opera convention”, Continue reading “Novel Rinai Kabut Singgalang, Mendekatkan Sastra Lewat Televisi *”

Menguliti Si Burung Merak

Anas Nasrudin
kompasiana.com/anas.nasrudin

Liga Pembaca Sastra (LPS), sebuah club kajian yang terbuka untuk umum telah bergulir empat kali pertemuan. Minggu (13/03/2011), kali ini menggelindingkan bola Si Burung Merak alias W.S Rendra. Menampilkan dua kapten kesebelasan antara Rully Ferdiansyah, salah satu peserta kelas menulis angkatan 17 Rumah Dunia VS Muhzen Den relawan Rumah Dunia. Berhubung wasit utama sedang berhalangan, Abdul Salam Hs sebagai siswa yang gandrung pada puisi pun tampil sebagai wasit dadakan. Continue reading “Menguliti Si Burung Merak”

Telusur Babad Tanah Jawi

Bandung Mawardi
Suara Merdeka, 17 Mei 2oo9

Kepustakaan Jawa lama merupakan jejak historis penuh misteri dan kontroversi. Kaum intelektual Belanda dan pribumi sejak masa kolonial kerap melakukan studi intensif dan tendensius. Kerja besar dalam membuat salinan atau analisis terhadap kepustakaan Jawa menghasilkan khazanah sejarah Jawa. Membaca pustaka Jawa adalah membaca (sejarah) Jawa. Kepustakaan Jawa mengandung informasi kompleks dan penting dalam ikhtiar merekonstruksi masa lalu. Babad Tanah Jawi menjadi referensi penting dalam ikhtiar menelusuri dan membaca Jawa masa lalu dengan sekian edisi dan versi. Continue reading “Telusur Babad Tanah Jawi”

Puzzle Semiotika Sastra

Haris Firdaus
Suara Merdeka, 17 Mei 2009

“Mulai saat ini, jika hendak menulis tentang semiotika, Anda jangan memakai teori Jacques Derrida, Umberto Eco, atau Jacques Lacan lagi! Teori ketiganya punya kelemahan dasar yang tak bisa dimaafkan,” begitu kira-kira provokasi Saifur Rohman, redaktur Suara Merdeka, saat mengisi sesi pertama Workshop Semiotika Sastra di Taman Budaya Jawa Tengah (TBJT), Solo, pada 9-10 Mei lalu. Continue reading “Puzzle Semiotika Sastra”

Ajip, Profesor tanpa Ijazah

Soni Farid Maulana
_Pikiran Rakyat, 30 Jan 2008

SUDAH sejak awal kemunculannya di dunia sastra Indonesia modern pada tahun 1950-an, Ajip Rosidi dianggap sebagai anak ajaib. “Sejak masih muda, Ajip Rosidi sudah terkenal. Ia sastrawan dari tanah Sunda yang namanya saat ini tidak hanya dikenal di tingkat lokal dan nasional, tetapi juga di tingkat internasional,” kata penyair Rendra, yang juga dikenal sebagai teaterawan terkemuka di negeri ini dalam percakapannya dengan penulis melalui saluran telefon, Kamis malam (24/1). Continue reading “Ajip, Profesor tanpa Ijazah”

Bahasa »