Dubai International Poetry Festival: Oasis Pikiran dan Hati

Dorothea Rosa Herliany *
Kompas, 22 Maret 2009

AWAL bulan ini (4-10 Maret 2009), Dubai menyelenggarakan sebuah festival puisi yang sangat spesial. Ratusan penyair dari 45 negara datang dan masing-masing membacakan karya puisi-puisi mereka di enam lokasi berbeda (termasuk pusat pertokoan dan klub-klub sosial yang ada di Dubai) hampir setiap malam. Para kritikus sastra dari sejumlah negara diundang untuk membentangkan buah pikiran mereka di bidang ilmu sastra; Continue reading “Dubai International Poetry Festival: Oasis Pikiran dan Hati”

“Love You Till The End”, Novel Ringan tentang Cinta Lesbian

Mila Novita
Sinar Harapan, 28 Maret 2009

Sebagian orang percaya bahwa apa yang tertuang di karya fiksi sesungguhnya menggambarkan realitas dalam masyarakat. Ketika realitas terlalu tabu untuk diungkapkan secara nonfiksi, fiksi pun menjadi pilihan.

Begitulah Mery DT, seorang penulis yang baru pertama kali menerbitkan novelnya, ketika mengangkat isu lesbian. Judulnya terasa “sangat Inggris”, Love You Till The End. Continue reading ““Love You Till The End”, Novel Ringan tentang Cinta Lesbian”

Wisata Bahasa

Sunaryono Basuki Ks *
_Suara Karya, 28 Maret 2009

MOHON maaf sebelumnya kepada semua pihak kalau-kalau yang saya tulis ini menyinggung perasaan atau wibawa atau apa saja yang Anda punyai. Tulisan ini sekedar mengemukakan keheranan saya akan kreatifitas bangsa ini dalam memberi nama-nama tempat. Continue reading “Wisata Bahasa”

“Terbunuhnya” Kultur Tatap Muka

Indra Tranggono *
Kompas, 29 Maret 2009

SETIDAKNYA sejak era 1980-an, tanpa sadar, ”kita” menyelenggarakan ”perkabungan” kebudayaan atas ”terbunuhnya” kultur tatap muka. ”Kita” makin kesulitan untuk bertemu, berdialog secara intens, saling menyelami batin, mencium bau keringat, dan mengenali kemanusiaan dalam sebuah ruang sosial yang kondusif. ”Kita” mengalami keterasingan: kesendirian pun telah mengkristal menjadi kesunyian. Continue reading ““Terbunuhnya” Kultur Tatap Muka”

Bahasa »