Misteri Kreativitas (Buat Hikmat Gumelar)

Beni Setia *
Pikiran Rakyat, 31 Mei 2008

SEDULUR Hikmat Gumelar, esaimu di Khazanah “Perihal Kelas Menulis”, (19/4), membuatku bimbang. Itu sebuah model penyampaian gagasan yang amat aneh karena menekankan suasana untuk menjelaskan sesuatu yang sangat sublim subjektif kepada orang yang hidup dengan waktu, yang selalu berpacu supaya punya sedikit waktu untuk sekadar hadir sebagai subjek dalam ruang. Padahal menulis, seperti memancing yang kini jadi pilihan estetik menjadi eksistensi utuh di tengah alam perawan Sukaratu model Syaeful Badar, itu memasuki ruang di mana waktu mati dan berpacu dengan waktu raib. Continue reading “Misteri Kreativitas (Buat Hikmat Gumelar)”

PERIHAL KELAS MENULIS

Hikmat Gumelar *
__Pikiran Rakyat, 19 April 2008.

Maaf, Bung. Seperti kubilang di telefon, aku mau betul kita bertemu. Apalagi bertahun-tahun sudah kita terdampar di pulau berbeda. Tapi Bung begitu tiba-tiba datang. Begitu cepat pula hengkang.

Aku di Bandung nih, di Dago. Malam ini cabut lagi ke Jakarta. Besok pagi cabut lagi ke Makassar. Mau ketemu ga?” Begitu kau bilang kemarin sore di telefon. Continue reading “PERIHAL KELAS MENULIS”

RRI dan KA Tebar Proklamasi

Rosihan Anwar *
__Suara Pembaruan, 28 Mei 2008

KERETA Api Argo Jati Ja-karta-Cirebon, Sabtu, 17 Mei 2008 pagi, membawa satu rombongan dengan tujuan khusus. Dalam rangka peringatan 100 Tahun Kebangkitan Nasional digelar pertunjukan kesenian lokal dan diskusi napak tilas diplomasi Linggajati, di Kuningan, Jawa Barat. Di sana pada 11-12 November 1946 berlangsung perundingan internasional pertama antara PM Sutan Sjahrir, mewakili Republik Indonesia, dan mantan PM/Komisi Jenderal Prof. Schermehorn, mewakili Kerajaan Belanda. Presiden Soekarno dan Wakil Presiden Hatta datang dari Yogya menunjukkan persatuan Indonesia. Continue reading “RRI dan KA Tebar Proklamasi”

Bahasa »