Hiperealitas Otonomi

Raudal Tanjung Banua
Lampung Post, 30 Juli 2011

OTONOMI daerah merupakan impian untuk meretas kehidupan sosial-politik yang lebih adil dan bermartabat. Tak kurang 30 tahun lamanya Indonesia pernah merasakan sumpeknya sistem sentralistik. Maka, dalam era reformasi sistem desentralisasi dianggap tepat mengatasi dampak-dampak yang memusat, mulai tak meratanya pembangunan, luputnya pengadaan infrastruktur penting suatu kawasan, kecilnya anggaran belanja daerah, sampai soal posisi dan daya tawar kepala daerah yang selalu didrop dari “atas”. Continue reading “Hiperealitas Otonomi”

Ironi Manusia Berutang

Budiawan Dwi S.
Lampung Post, 31 Juli 2011

MANUSIA tidak bisa terlepas utang. Utang membuat hidup manusia terasa terhantui, sengsara, dan memilukan. Namun, utang yang sebagian besar menjadi momok dan dijauhi oleh mereka, ternyata merupakan bagian hidup yang tidak terlepas dari mereka. Artinya, manusia sebenarnya telah mengakrabi utang. Continue reading “Ironi Manusia Berutang”

Mengorek Mistisme Jawa

Beni Setia
suarakarya-online.com

AFRIZAL MALNA, via “Sebuah Novel dalam 11 Cerpen dan Politik Imajinasi Jawa dari “dia-yang-bercerita”-Kata Pengantar di dalam kumpulan cerpen Fahrudin Nasrulloh, Syekh Bejirun dan Rajah Anjing (Pustaka Pujangga, Lamongan, 2011)-, menggarisbawahi tiga entitas pendukung cerita: obyek yang diceritakan, subyek sang pencerita, dan penerima cerita. Sedang Fahrudin Nasrulloh (FN), sebagai sang subyek pencerita, menulis pengantar yang menggarisbawahi peranan penting dari bahan yang mendorongnya bercerita, dengan merunut asal-usul dari semua bahan cerita yang kini berujudkan 11 cerpen. Lantas bagaimana nasib pembaca cerita yang meresepsinya? Continue reading “Mengorek Mistisme Jawa”

Bahasa »